JAKARTA, SUARA INVESTIGASI – Nama Haji Her kembali menjadi perbincangan publik setelah dirinya dipanggil oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pengusaha asal Madura tersebut diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi yang berkaitan dengan pengelolaan cukai rokok.
Haji Her, yang dikenal sebagai salah satu pengusaha sukses di sektor industri tembakau, telah lama membangun bisnisnya dari daerah Pamekasan, Jawa Timur. Berkat usahanya, ia berhasil meraih kesuksesan hingga dijuluki sebagai salah satu “crazy rich” dari Madura.
Selain dikenal sebagai pebisnis, Haji Her juga memiliki citra sebagai sosok dermawan. Ia sering terlibat dalam kegiatan sosial dan memberikan bantuan kepada masyarakat, terutama di wilayah asalnya. Hal ini membuat namanya cukup dikenal luas, tidak hanya di kalangan pengusaha tetapi juga masyarakat umum.
Namun, perhatian publik kini tertuju pada keterlibatannya dalam proses hukum yang sedang ditangani KPK. Ia dimintai keterangan untuk membantu mengungkap dugaan praktik korupsi yang terjadi di lingkungan Bea dan Cukai.
Dalam keterangannya, Haji Her menyatakan bahwa dirinya bersikap kooperatif dan siap mengikuti seluruh proses hukum yang berlaku. Ia juga mengaku tidak memiliki keterkaitan dengan pihak-pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut.
Hingga saat ini, KPK masih terus mendalami perkara tersebut dengan memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan bukti tambahan. Kasus ini menjadi perhatian karena berkaitan dengan sektor industri rokok yang memiliki peran besar dalam perekonomian nasional.






