Jakarta Barat – Sejumlah pedagang kosmetik di Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, mengaku merasa tidak nyaman saat menjalankan usahanya.
Mereka mengklaim kerap didatangi oleh oknum Wartawan dengan bermodalkan Id Card mengaku sebagai Wartawan atau jurnalistik yang tidak diketahui kewenangannya, yang kemudian meng klaim kalau toko tersebut menjual obat keras tanpa dasar yang jelas.
Para pedagang menuturkan bahwa produk yang mereka pasarkan umumnya berupa kosmetik serta obat-obatan bebas yang lazim dijual di toko, seperti Paramex, Bodrex, dan beberapa produk kesehatan lainnya yang diperbolehkan beredar sesuai ketentuan.
Meski demikian, mereka mengaku tetap mendapat tekanan dari oknum tersebut. Bahkan, menurut pengakuan sejumlah pedagang,
oknum itu diduga meminta jatah atau sejumlah uang dengan nominal yang cukup besar.
Apabila permintaan tidak dipenuhi, para pedagang mengaku khawatir usahanya akan terus dipermasalahkan.
Salah seorang pedagang yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa dirinya berharap ada kepastian hukum agar pelaku usaha kecil dapat berdagang dengan tenang tanpa adanya tekanan dari pihak yang tidak memiliki kewenangan resmi.
Para pedagang juga meminta aparat penegak hukum dan instansi terkait untuk menyelidiki dugaan praktik intimidasi tersebut.
Mereka menegaskan siap menerima pemeriksaan apabila dilakukan oleh petugas yang berwenang sesuai prosedur dan ketentuan hukum yang berlaku.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak yang diduga melakukan tindakan tersebut maupun dari aparat terkait.
Oleh karena itu, informasi ini masih berupa pengakuan dari para pedagang dan memerlukan verifikasi lebih lanjut sesuai prinsip pemberitaan yang berimbang (Red)






