Jakarta – Suara Investigasi.id Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali melontarkan peringatan keras kepada Iran terkait negosiasi yang belum mencapai titik temu.
Ia menegaskan bahwa opsi militer tetap terbuka jika kesepakatan tidak tercapai.
Dalam pernyataannya, Trump menyebut bahwa operasi militer yang dikenal sebagai “Epic Fury” dapat dihentikan sepenuhnya apabila Iran memenuhi komitmen yang diharapkan.
Ia juga menyinggung bahwa jalur strategis Selat Hormuz akan tetap terbuka bagi semua pihak, termasuk Iran, jika kesepakatan tercapai.
Namun, Trump mengingatkan bahwa kegagalan mencapai kesepakatan akan berujung pada eskalasi konflik.
Ia menyebut kemungkinan dimulainya kembali serangan dengan intensitas yang lebih besar dibanding sebelumnya.
Di sisi lain, Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, sebelumnya menyatakan bahwa operasi militer tersebut telah selesai.
Pernyataan itu disampaikan setelah pemerintah AS menginformasikan kepada parlemen bahwa konflik telah memasuki fase gencatan senjata.
Langkah tersebut dinilai juga berkaitan dengan upaya pemerintah untuk menghindari kewajiban hukum yang mengharuskan persetujuan Kongres jika operasi militer berlangsung lebih dari 60 hari.
Meski demikian, ketegangan masih terasa. Trump tetap menegaskan bahwa AS siap memberikan respons keras apabila Iran melakukan tindakan yang mengancam kapal-kapal Amerika.
Selain itu, pemerintah AS juga menginisiasi program yang bertujuan menjaga keamanan pelayaran di kawasan Selat Hormuz, jalur vital bagi perdagangan energi global.(Red)






