TPST Bantargebang tidak menerima sampah dari DKI Jakarta. – Suara Investigasi

 

TPST Bantargebang tidak menerima sampah dari DKI Jakarta.

Saturday, 9 May 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

Oplus_16908288

Jakarta, Suara Investigasi.id Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan mulai menyiapkan langkah besar dalam pengelolaan sampah menyusul rencana penghentian pengiriman sampah DKI Jakarta ke TPST Bantargebang pada tahun 2027.

Kebijakan tersebut mengikuti arahan dari Kementerian Lingkungan Hidup yang menyebut tempat pengolahan sampah terbesar milik DKI Jakarta itu tidak lagi diperbolehkan menerima kiriman sampah mulai tahun depan.

Kepala Seksi Peran Serta Masyarakat Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Selatan, Hendrik Mindo Sihombing, mengatakan pihaknya kini mulai mempercepat program pengurangan sampah dari sumbernya.

“Berdasarkan arahan Menteri Lingkungan Hidup pada 6 April 2026, TPST Bantargebang sudah tidak boleh menerima sampah DKI Jakarta pada 2027,” ujarnya, Rabu (6/5/2026).

Sebagai langkah awal, Pemkot Jakarta Selatan menargetkan pengurangan volume sampah hingga 50 persen pada Agustus 2026.

Fokus utama diarahkan pada pengolahan sampah organik yang selama ini menjadi penyumbang terbesar timbunan sampah rumah tangga.

Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), sampah sisa makanan mencapai 49,87 persen dari total sampah.

Jika ditambah sampah kayu dan ranting sekitar 3 persen, maka komposisi sampah organik disebut telah melebihi separuh total timbunan sampah di Jakarta Selatan.

Untuk mendukung target tersebut, Pemkot Jaksel menyiapkan sejumlah metode pengolahan sampah berbasis lingkungan dan masyarakat, seperti penggunaan biopori jumbo serta teba modern.

Biopori jumbo memanfaatkan wadah berukuran besar mulai dari ember bekas berkapasitas 30 hingga 120 liter yang digunakan secara komunal untuk mengolah sampah organik.

Sementara teba modern merupakan konsep pengolahan sampah berbasis kearifan lokal Bali berupa lubang komposter sedalam dua hingga tiga meter yang diperkuat beton dan dilengkapi penutup.

Melalui program tersebut, Pemerintah Kota Jakarta Selatan ingin mendorong konsep zero waste atau pengolahan sampah langsung dari lokasi asal sehingga sampah tidak lagi harus diangkut ke Bantargebang.

“Yang paling cepat penanganan sampah itu langsung selesai di tempat. Jadi enggak dibawa jauh-jauh lagi ke Bantar Gebang,” kata Hendrik (Tim)

Berita Terkait

Semangat Kebersamaan Warga RT 06/03 Kelurahan Angke Gotong Royong Gelar Kurban 2 Sapi dan 3 Kambing.
Polda Metro Jaya Akan olah TKP Atas Dugaan Penyekapan Anak Ahmad Bahar, Dimarkas Grib Jaya.
Kelurahan Angke Terapkan Pemilahan Sampah 100 Persen, Dorong Pengelolaan Lingkungan Lebih Tertib
Sosialisasi SPMB di SMP Negeri 32 Jakarta Barat, Wali Murid Soroti Kualitas Menu MBG
Polres Tangerang Kota Berhasil Ringkus Tiga Pelaku Begal Sadis, Polisi Dalami Peran Masing-Masing
Patroli Gabungan Tambora Ditingkatkan, Antisipasi Begal
Sahroni Kritik Keras Pernyataan Menteri HAM membela Begal daripada Mengutamakan Keamanan Masyarakat.
Soroti Pernyataan Menteri HAM Soal Begal, Hotman Paris Minta Penjelasan Lebih Jelas
Tag :

Berita Terkait

Wednesday, 27 May 2026 - 04:30

Semangat Kebersamaan Warga RT 06/03 Kelurahan Angke Gotong Royong Gelar Kurban 2 Sapi dan 3 Kambing.

Monday, 25 May 2026 - 05:36

Polda Metro Jaya Akan olah TKP Atas Dugaan Penyekapan Anak Ahmad Bahar, Dimarkas Grib Jaya.

Monday, 25 May 2026 - 04:54

Kelurahan Angke Terapkan Pemilahan Sampah 100 Persen, Dorong Pengelolaan Lingkungan Lebih Tertib

Monday, 25 May 2026 - 04:00

Sosialisasi SPMB di SMP Negeri 32 Jakarta Barat, Wali Murid Soroti Kualitas Menu MBG

Monday, 25 May 2026 - 00:31

Polres Tangerang Kota Berhasil Ringkus Tiga Pelaku Begal Sadis, Polisi Dalami Peran Masing-Masing

Berita Terbaru