Jakarta – Maraknya aksi tawuran remaja di wilayah Jembatan Besi, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, membuat warga semakin resah.
Insiden yang kerap terjadi pada malam hingga dini hari dinilai mengganggu ketertiban umum serta membahayakan keselamatan masyarakat.
Sejumlah warga berharap aparat kepolisian, khususnya Polsek Tambora, dapat membangun posko pengamanan permanen di kawasan yang dianggap rawan tawuran.
Keberadaan posko tersebut diyakini dapat mempercepat respons petugas sekaligus memberikan efek pencegahan terhadap aksi kekerasan antarkelompok remaja.
Menurut warga, patroli rutin yang selama ini dilakukan memang membantu menjaga situasi keamanan. Namun, mereka menilai kehadiran petugas secara tetap di titik-titik rawan akan membuat pelaku berpikir dua kali sebelum melakukan aksi tawuran.
Selain meminta pengamanan lebih intensif, masyarakat juga mengajak para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak mereka, terutama pada malam hari.
Warga menilai pencegahan tawuran tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi juga membutuhkan peran aktif keluarga, sekolah, serta tokoh masyarakat.
Sementara itu, aparat kepolisian bersama unsur TNI dan pemerintah setempat terus menggelar patroli Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) di sejumlah titik rawan di wilayah Tambora guna mengantisipasi tawuran, pencurian kendaraan bermotor, dan gangguan keamanan lainnya.
Warga berharap upaya kolaboratif antara aparat dan masyarakat dapat menciptakan situasi yang lebih aman sehingga aktivitas warga, terutama pada malam hari, dapat berlangsung dengan nyaman tanpa dihantui aksi tawuran ( Rony)






