Jakarta – Kondisi sejumlah titik di Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, kembali menjadi perhatian masyarakat. Berbagai persoalan seperti parkir liar, pedagang kaki lima (PKL) yang menggunakan badan jalan, pengelolaan sampah, hingga saluran air yang memerlukan penanganan dinilai masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu segera diselesaikan.
Warga berharap pemerintah kecamatan bersama instansi terkait dapat meningkatkan pengawasan dan mempercepat penataan kawasan agar lingkungan menjadi lebih tertib, bersih, dan nyaman.
Menurut mereka, berbagai persoalan tersebut berdampak pada aktivitas masyarakat, kelancaran lalu lintas, serta kualitas lingkungan permukiman.
Sejumlah elemen masyarakat juga mendorong Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Inspektorat untuk melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program penataan wilayah dan pelayanan publik di Kecamatan Tambora.
Evaluasi tersebut dinilai penting sebagai bagian dari mekanisme pembinaan guna mengetahui efektivitas kebijakan yang telah dijalankan serta mengidentifikasi kendala di lapangan.
Selain itu, masyarakat berharap koordinasi antara pemerintah kecamatan, kelurahan, serta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dapat diperkuat sehingga berbagai persoalan di lapangan dapat ditangani secara cepat dan berkelanjutan.
Warga menilai penataan kawasan tidak hanya memerlukan penertiban sesaat, tetapi juga pengawasan rutin dan solusi jangka panjang agar kondisi wilayah tetap tertib.
Dengan adanya evaluasi dan penguatan koordinasi, diharapkan pelayanan kepada masyarakat semakin optimal dan wajah Kecamatan Tambora menjadi lebih baik (Red)






