Jakarta — Suara Investigasi.id. Kegiatan sosialisasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di SMP Negeri 32 Jakarta Barat yang dipimpin langsung oleh kepala sekolah Khomarun Zaman S.Pd, dihadiri para orang tua dan wali murid.
Namun, di sela kegiatan tersebut, perhatian peserta justru tertuju pada pembahasan terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diterima para siswa.
Sejumlah wali murid menyampaikan pandangan mereka mengenai menu MBG yang dinilai belum memenuhi harapan, khususnya dari sisi variasi dan kandungan protein.
Salah satu wali murid menilai menu yang diterima siswa terlihat lebih sederhana jika dibandingkan dengan pilihan makanan sehari-hari seperti nasi uduk maupun menu warteg yang menurut mereka memiliki lauk lebih beragam dan mempunyai protein tinggi.
Beberapa siswa yang hadir juga menyampaikan pengalaman mereka terhadap menu yang diterima.
Salah seorang siswi mengaku makanan MBG kerap tidak habis dikonsumsi karena menu dianggap kurang menarik.
Ia menyebut menu yang diterima saat itu terdiri dari orek tempe, bakwan ukuran kecil, saus sachet, dan sepotong buah melon.
Menurut keterangan yang berkembang di lokasi, terdapat banyak makanan yang tersisa setelah jam makan selesai.
Sejumlah wali murid berharap pelaksanaan program MBG ke depan dapat dievaluasi, terutama terkait kualitas menu, kecukupan gizi, dan variasi makanan agar sesuai dengan tujuan program serta anggaran yang telah dialokasikan pemerintah.
Hingga saat ini belum terdapat keterangan resmi dari pihak sekolah maupun pihak terkait mengenai masukan yang disampaikan para wali murid dalam kegiatan tersebut(Red)






