JAMBI – Suara Investigasi.id. Kabar positif datang dari sektor hulu minyak dan gas bumi (migas) nasional.
SKK Migas melaporkan keberhasilan pengiriman minyak mentah hasil produksi masyarakat melalui skema kolaborasi antara UMKM, badan usaha, Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), Pertamina, dan pemerintah di wilayah Sumatera Selatan serta Jambi.
Pada 28 Mei 2026, UMKM PT Batanghari Sinar Energi berhasil mengirimkan sebanyak 15 truk minyak mentah (crude oil) atau setara 1.050 barel ke tangki penampungan di Tempino, Jambi.
Minyak tersebut kemudian dipompakan ke fasilitas Master Gathering Station (MGS) Pertamina EP Tempino untuk diproses lebih lanjut.
Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan tersebut. Menurutnya, sinergi yang terjalin antara masyarakat, badan usaha, KKKS, Pertamina, dan SKK Migas mulai menunjukkan hasil nyata dalam mendukung peningkatan lifting minyak nasional.
“Alhamdulillah, ini menjadi kabar baik bagi kita semua. Sinergi antara masyarakat, badan usaha, KKKS, Pertamina, dan SKK Migas mulai menunjukkan hasil nyata dalam mendukung peningkatan lifting nasional,” ujar Djoko dalam laporannya kepada Menteri ESDM, Wakil Menteri ESDM, Komwas SKK Migas, dan jajaran pimpinan terkait, Jumat (30/5/2026).
Keberhasilan distribusi minyak rakyat ini juga didukung oleh peningkatan kapasitas fasilitas unloading di Tempino.
Jika sebelumnya fasilitas tersebut hanya mampu melayani satu truk secara bergantian, kini proses bongkar muat dapat dilakukan terhadap dua truk sekaligus.
Peningkatan kapasitas ini dinilai mampu mempercepat dan meningkatkan efisiensi distribusi minyak mentah dari masyarakat.
Djoko menegaskan bahwa dukungan seluruh pihak sangat diperlukan agar minyak hasil produksi masyarakat di wilayah Sumatera dapat terus terserap melalui pola kerja sama yang terintegrasi dan berkelanjutan.
“Mohon doa dan dukungan agar seluruh minyak masyarakat bisa ditampung melalui kerja sama masyarakat, badan usaha, dan KKKS. Insya Allah ini menjadi berkah bersama,” katanya.
Kolaborasi yang melibatkan Pertamina, badan usaha, masyarakat, dan SKK Migas tersebut dinilai sebagai langkah strategis dalam menjaga keberlanjutan produksi migas nasional, terutama di tengah tantangan penurunan produksi alami dari lapangan-lapangan minyak tua.
Dengan semakin terbukanya akses penyaluran minyak rakyat ke fasilitas resmi, pemerintah berharap kontribusi terhadap lifting minyak nasional dapat terus meningkat dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat di daerah penghasil.
Menutup laporannya, Djoko menyampaikan optimisme bahwa kerja sama seluruh pemangku kepentingan akan mampu mendorong peningkatan produksi migas nasional.
“Insya Allah bersama kita bisa. Lifting naik, bisa… bisa… bisa,” pungkasnya (Tim)






