Jakarta — Suara Investigasi.id
Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump melakukan percakapan telepon yang berlangsung lebih dari satu setengah jam.
Dalam komunikasi tersebut, keduanya membahas sejumlah isu global, termasuk konflik di Iran dan situasi perang di Ukraina.
Ajudan Kremlin, Yuri Ushakov, menyebut dialog antara kedua pemimpin berjalan secara terbuka, lugas, dan profesional.
Ia menjelaskan bahwa pembicaraan mencakup berbagai aspek strategis yang tengah menjadi perhatian dunia internasional.
Rusia memberikan perhatian besar terhadap dinamika di Timur Tengah, khususnya terkait Iran dan kawasan Teluk Persia.
Dalam percakapan itu, Putin menilai keputusan Trump untuk melanjutkan masa gencatan senjata sebagai langkah positif yang dapat membuka ruang negosiasi serta meredakan ketegangan.
Namun demikian, Putin juga mengingatkan adanya risiko besar apabila konflik kembali meningkat.
Ia menilai eskalasi militer berpotensi membawa dampak serius, tidak hanya bagi Iran dan negara-negara di sekitarnya, tetapi juga terhadap stabilitas global secara keseluruhan.
Pemerintah Rusia turut menegaskan komitmennya untuk mendukung upaya diplomasi dalam meredakan konflik di kawasan tersebut.
Disebutkan pula bahwa inisiatif komunikasi ini berasal dari pihak Moskow.
Di sisi lain, Trump menyampaikan bahwa percakapan dengan Putin berlangsung konstruktif. Ia menuturkan bahwa pembahasan lebih banyak difokuskan pada perkembangan perang di Ukraina, meski isu Iran tetap menjadi bagian penting dalam dialog.
Trump juga mengungkapkan bahwa Putin menyatakan keinginan untuk berperan dalam penyelesaian konflik di Timur Tengah.
Meski begitu, ia menekankan agar Rusia terlebih dahulu menyelesaikan konflik di Ukraina sebagai langkah menuju stabilitas yang lebih luas.(Red)






