Jakarta — Suara Investigasi.id Suasana peringatan Hari Buruh Internasional berlangsung penuh dinamika saat Presiden RI Prabowo Subianto berinteraksi langsung dengan massa buruh yang memadati lokasi acara.
Dalam momen tersebut, Presiden sempat melontarkan pertanyaan kepada para buruh terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dengan menggunakan pengeras suara, ia menanyakan apakah program tersebut dirasakan bermanfaat oleh para pekerja.
Namun, respons yang muncul di luar dugaan. Secara serentak,
massa buruh menjawab dengan teriakan lantang, “Tidak! Tidak!” yang menggema di area kegiatan.
Reaksi spontan itu menunjukkan adanya ketidakpuasan dari sebagian buruh terhadap program tersebut.
Tak berhenti di situ, sejumlah buruh juga menyuarakan aspirasi lain.
Mereka menilai anggaran program MBG sebaiknya dialihkan untuk sektor pendidikan, khususnya mendukung program sekolah gratis yang dinilai lebih mendesak dan berdampak langsung bagi keluarga pekerja.
“Tolong dialihkan ke pendidikan! Sekolah gratis lebih penting!” teriak beberapa buruh di tengah kerumunan.
Mendengar respons tersebut, Presiden tampak terkejut, namun tetap melanjutkan agenda dengan mendengarkan aspirasi yang disampaikan.
Momen ini menjadi salah satu sorotan dalam peringatan May Day tahun ini, yang tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga wadah penyampaian tuntutan dan harapan buruh kepada pemerintah.
Peringatan Hari Buruh kali ini kembali menegaskan pentingnya dialog terbuka antara pemerintah dan pekerja, terutama dalam merumuskan kebijakan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat luas.(Roni)






