Jakarta – Presiden Prabowo Subianto meminta agar proses penyempurnaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dilakukan secara cermat dan tidak terburu-buru.
Setiap kebijakan yang diambil diharapkan melalui kajian yang matang agar pelaksanaan program semakin tepat sasaran.
Pesan tersebut disampaikan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Agustina Arumsari, usai mengikuti rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (15/7/2026).
Dalam rapat tersebut, pemerintah membahas perkembangan pelaksanaan Program MBG serta Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Menurut Agustina, Presiden menekankan bahwa evaluasi program harus mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk efektivitas penyaluran manfaat kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Salah satu poin yang menjadi perhatian pemerintah adalah penataan kembali kelompok penerima manfaat. Dalam evaluasi tersebut, anak-anak yang berasal dari keluarga dengan tingkat kesejahteraan kategori desil 8 ke atas direncanakan tidak lagi menjadi penerima Program MBG.
Langkah itu dilakukan agar anggaran dapat lebih difokuskan kepada kelompok masyarakat yang memiliki tingkat kebutuhan lebih tinggi.
Pemerintah memastikan proses penyempurnaan program akan dilakukan secara bertahap dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian.
Evaluasi juga akan terus dilakukan untuk memastikan Program Makan Bergizi Gratis berjalan efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat optimal bagi peningkatan gizi anak-anak Indonesia (Rony)






