Polemik Anggaran Kipas Angin KDMP Mengemuka, DPR Minta Pengadaan Dibuka Secara Transparan – Suara Investigasi

 

Polemik Anggaran Kipas Angin KDMP Mengemuka, DPR Minta Pengadaan Dibuka Secara Transparan

Saturday, 18 July 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

Oplus_16908288

JAKARTA – Perdebatan mengenai dugaan anggaran pengadaan kipas angin untuk Program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) terus bergulir.

Nilai pengadaan yang disebut mencapai Rp1,8 triliun memunculkan berbagai pertanyaan dari kalangan legislatif dan masyarakat terkait transparansi penggunaan anggaran negara.

Anggota DPR RI Mufti Anam meminta pemerintah memberikan penjelasan rinci mengenai rencana pengadaan tersebut.

Menurutnya, keterbukaan informasi diperlukan agar publik mengetahui jenis barang yang dibeli, jumlah unit, serta dasar penetapan nilai anggarannya.

Ia menilai pengadaan dalam jumlah besar semestinya mampu menghasilkan harga yang lebih efisien melalui proses pengadaan yang kompetitif.

Karena itu, ia mendorong Kementerian Koperasi dan pihak terkait menyampaikan seluruh dokumen pendukung agar tidak menimbulkan spekulasi.

Sementara itu, Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan bahwa pengadaan kipas angin bukan berada di bawah kewenangan Kementerian Koperasi.

Ia menjelaskan bahwa informasi yang beredar kemungkinan mengacu pada kipas angin industri tipe MDF yang digunakan untuk kebutuhan bangunan berukuran besar, bukan kipas angin rumah tangga.

Kipas angin industri tersebut memiliki spesifikasi berbeda karena dirancang untuk menghasilkan sirkulasi udara di gudang, pabrik, maupun fasilitas berkapasitas besar.

Harga produk di pasaran bervariasi, mulai sekitar Rp11 juta hingga puluhan juta rupiah per unit, tergantung ukuran dan spesifikasi teknis.

Hingga saat ini belum terdapat penjelasan resmi mengenai jumlah unit, spesifikasi, maupun rincian anggaran yang dikaitkan dengan nilai Rp1,8 triliun.

Oleh sebab itu, berbagai pihak meminta pemerintah segera membuka informasi secara lengkap agar polemik yang berkembang dapat dijelaskan berdasarkan data dan tidak menimbulkan kesimpangsiuran di tengah masyarakat (L)

Berita Terkait

Kabel PLN Melintas di Tengah Pesantren As-Shiddiqiyah 2 Batuceper, Pengelola Keluhkan Ganggu Aktivitas dan Estetika
Lomba Cari Bakat Ramaikan HUT RI ke-81, Warga RW 10 Griya Persada Indah Tunjukkan Potensi
Pedagang Kosmetik di Tambora Kerap Didatangin Oleh Oknum Mengaku Wartawan yang Bermodalkan ID CARD Minta Jatah
Dugaan Praktik Setoran Lindungi Peredaran Pil Koplo di Cianjur, Publik Desak Penyelidikan Menyeluruh
Tim 9 Kejagung Geledah Empat Perusahaan Terkait Kasus Dugaan TPPU Febrie Adriansyah
Ketua Umum GWI Syamsul Bahri Ajak Seluruh DPC Perkuat Solidaritas Sambut HUT ke-81 RI
Tarif Impor Baru Digugat, Koalisi 25 Negara termasuk Indonesia Menilai Kebijakan Donald Trump Melampaui Wewenang Presiden
Rumah Tinggal Lima Lantai di Pasar Baru Dilalap Api, 17 Unit Damkar Diterjunkan
Tag :

Berita Terkait

Sunday, 9 August 2026 - 11:43

Kabel PLN Melintas di Tengah Pesantren As-Shiddiqiyah 2 Batuceper, Pengelola Keluhkan Ganggu Aktivitas dan Estetika

Sunday, 9 August 2026 - 01:54

Lomba Cari Bakat Ramaikan HUT RI ke-81, Warga RW 10 Griya Persada Indah Tunjukkan Potensi

Wednesday, 5 August 2026 - 11:44

Pedagang Kosmetik di Tambora Kerap Didatangin Oleh Oknum Mengaku Wartawan yang Bermodalkan ID CARD Minta Jatah

Wednesday, 5 August 2026 - 10:40

Dugaan Praktik Setoran Lindungi Peredaran Pil Koplo di Cianjur, Publik Desak Penyelidikan Menyeluruh

Wednesday, 5 August 2026 - 05:52

Tim 9 Kejagung Geledah Empat Perusahaan Terkait Kasus Dugaan TPPU Febrie Adriansyah

Berita Terbaru