Makassar – Suara Investigasi.id. Seorang pengusaha roti di Kota Makassar memutuskan menghentikan kerja sama sebagai pemasok dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah mengaku menghadapi berbagai kendala dan tekanan selama menjalankan kemitraan tersebut.
Pengusaha yang meminta identitasnya disamarkan dengan nama Ibu Arum itu mengaku telah menjadi pemasok roti untuk salah satu dapur MBG sejak awal tahun 2025.
Pada awal kerja sama, proses distribusi dan pemesanan disebut berjalan lancar.
Namun, seiring berjalannya waktu, ia mengaku menghadapi berbagai persoalan yang membuat usahanya sulit bertahan.
Menurut pengakuannya, harga pembelian produk yang ditetapkan pihak pengelola dapur terus mengalami penurunan hingga mendekati biaya produksi.
Selain itu, ia mengaku mendapat sejumlah permintaan yang dinilai tidak sesuai dengan prinsip usaha yang selama ini dijalankannya.
Ibu Arum menyebut pernah diminta mencantumkan nilai transaksi dalam dokumen yang berbeda dari harga sebenarnya.
Selain itu, ia juga mengaku diminta memberikan sejumlah uang secara berkala dengan alasan tertentu, serta memberikan komisi setiap kali memperoleh pesanan.
Merasa keberatan dengan kondisi tersebut, ia akhirnya memilih menghentikan kerja sama sekitar dua bulan lalu.
Keputusan itu diambil agar kualitas produk yang dipasok tetap terjaga dan usahanya tidak terlibat dalam praktik yang dianggap bertentangan dengan prinsip kejujuran.
“Lebih baik berhenti daripada harus mempertahankan kerja sama dengan mengorbankan kualitas dan prinsip usaha yang sudah dibangun bertahun-tahun,” ujarnya.
Kasus ini memunculkan perhatian publik terkait pentingnya pengawasan terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di tingkat lapangan.
Sejumlah pihak berharap adanya evaluasi dan pengawasan yang lebih ketat guna memastikan program berjalan sesuai tujuan, transparan, serta memberikan manfaat bagi seluruh pihak yang terlibat.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola dapur MBG maupun instansi terkait mengenai dugaan praktik yang disampaikan oleh pengusaha tersebut (Tim)






