Jakarta – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menggelar Focus Group Discussion (FGD) Jakarta Education and Innovation Center di Ruang Pola Grha Ali Sadikin, Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (29/7/2026).
Forum ini menjadi langkah awal untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, lembaga riset, dunia usaha, hingga mitra internasional dalam membangun ekosistem pendidikan dan inovasi berkelas dunia.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengatakan pembentukan Jakarta Education and Innovation Center merupakan strategi penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat daya saing Jakarta sebagai kota global.
Menurut Pramono, sinergi lintas sektor menjadi fondasi utama dalam menghasilkan berbagai inovasi yang mampu menjawab tantangan perkotaan.
Ia menilai Jakarta memiliki potensi besar karena keberagaman masyarakat, dinamika ekonomi, dan kompleksitas persoalan kota yang dapat menjadi laboratorium hidup (living laboratory) bagi pengembangan pendidikan, riset, dan teknologi.
“Jakarta ingin menjadi tempat lahirnya berbagai riset dan inovasi yang memberikan solusi nyata bagi persoalan perkotaan sekaligus membawa manfaat langsung bagi masyarakat,” ujarnya saat membuka FGD.
Pramono menegaskan, investasi di bidang pendidikan dan riset merupakan investasi jangka panjang yang akan memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global yang kompetitif dan berbasis pengetahuan.
FGD tersebut merupakan tindak lanjut kerja sama antara Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta, Georgetown University, serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dalam memperkuat ekosistem pendidikan tinggi dan riset di Ibu Kota.
Sebelumnya, AT Kearney bersama Georgetown University juga telah melakukan pembahasan dengan Danantara guna merancang skema insentif yang dapat menarik lebih banyak perguruan tinggi internasional untuk membuka kampus maupun pusat riset di Jakarta.
Melalui forum ini, para peserta diharapkan menghasilkan berbagai rekomendasi strategis, mulai dari model kelembagaan, tata kelola, pola kemitraan internasional, dukungan regulasi, hingga penyusunan roadmap implementasi Jakarta Education and Innovation Center.
Seluruh hasil diskusi nantinya akan ditindaklanjuti oleh Bappeda DKI Jakarta sebagai bahan penyusunan kebijakan dan pelaksanaan program.
Pramono berharap semakin banyak universitas dan lembaga riset kelas dunia menjalin kerja sama dengan Jakarta sehingga pendidikan, penelitian, dan inovasi dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan daya saing kota di tingkat internasional.
FGD ini dihadiri oleh perwakilan sejumlah perguruan tinggi ternama dunia, seperti Massachusetts Institute of Technology (MIT), Stanford University, Georgetown University, Seoul National University (SNU), Nanyang Technological University (NTU), Peking University, Brown University, London School of Economics and Political Science (LSE), Monash University Indonesia, Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Negeri Jakarta (UNJ), serta berbagai perguruan tinggi lainnya.
Selain itu, hadir pula perwakilan World Bank, Asian Development Bank (ADB), AT Kearney, dan sejumlah kementerian yang memberikan masukan strategis guna mendukung terwujudnya Jakarta sebagai pusat pendidikan, riset, dan inovasi bertaraf global.
Jika diinginkan, saya juga bisa membuat versi yang lebih bergaya portal berita online dengan lead yang lebih kuat dan ramah SEO (Kipray)






