Jakarta Selatan – Suara Investigasi.id. Pelaksanaan kegiatan press release yang digelar di sebuah restoran di kawasan Jalan Wijaya VI, Melawai, Jakarta Selatan, menuai kritik dari sejumlah awak media.
Pasalnya, beberapa jurnalis media online dan media cetak mengaku telah hadir sejak pagi untuk meliput acara tersebut, namun hingga kegiatan berlangsung mereka tidak mendapatkan kesempatan masuk ke lokasi acara.
Sejumlah wartawan yang berada di lokasi menilai panitia penyelenggara lebih memprioritaskan media televisi atau media elektronik dibandingkan media online maupun media cetak.
Kondisi tersebut menimbulkan kesan adanya perlakuan yang tidak setara terhadap insan pers yang hadir untuk menjalankan tugas jurnalistik.
“Kami sudah menunggu sejak pagi, tetapi yang dipanggil masuk lebih banyak media televisi.
Sementara media online dan cetak justru banyak yang tidak mendapat akses,” ujar salah seorang wartawan yang enggan disebutkan namanya.
Menurut para jurnalis, seluruh media memiliki kedudukan yang sama dalam memperoleh informasi publik.
Oleh karena itu, mereka berharap panitia penyelenggara kegiatan dapat memberikan kesempatan yang adil kepada seluruh awak media tanpa membedakan jenis platform medianya.
Press release tersebut diketahui berkaitan dengan dugaan kasus impor yang menyeret nama BluRay Group.
Dalam pemberitaan yang berkembang, kasus tersebut juga dikaitkan dengan sejumlah pihak, termasuk nama publik figur Raffi Ahmad serta dugaan keterlibatan oknum dari instansi Bea dan Cukai.
Namun hingga saat ini, informasi yang beredar masih memerlukan klarifikasi dan pembuktian lebih lanjut dari pihak-pihak terkait.
Sejumlah wartawan berharap ke depan penyelenggaraan konferensi pers maupun press release dapat dilakukan secara lebih terbuka, profesional, dan memberikan akses yang sama kepada seluruh media.
Mereka menilai keterbukaan informasi merupakan bagian penting dalam mendukung kerja jurnalistik yang independen dan berimbang.
Peristiwa ini menjadi sorotan karena di tengah tuntutan transparansi publik, seluruh insan pers diharapkan mendapatkan perlakuan yang setara dalam mengakses informasi, tanpa adanya diskriminasi berdasarkan jenis media yang diwakili (Red)






