Kapitalisme, Liberalisme, dan Materialisme Dinilai Kian Menggerus Nilai-Nilai Pancasila – Suara Investigasi

 

Kapitalisme, Liberalisme, dan Materialisme Dinilai Kian Menggerus Nilai-Nilai Pancasila

Saturday, 25 July 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

Oplus_16908288

 

JAKARTA – Pengamat sosial dan penulis Jacob Ereste menilai nilai-nilai Pancasila semakin terdesak oleh berkembangnya paham kapitalisme, liberalisme, dan materialisme dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Menurutnya, kondisi tersebut tercermin dari maraknya praktik korupsi, penyalahgunaan kekuasaan, hingga berbagai bentuk pengkhianatan terhadap amanah rakyat.

Dalam pandangannya, keberadaan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) yang menggantikan Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4) dinilai belum mampu mengembalikan Pancasila sebagai ideologi dan pedoman hidup bangsa secara utuh.

Ia mempertanyakan sejauh mana implementasi nilai-nilai Pancasila benar-benar diterapkan dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Jacob menyoroti fenomena korupsi yang melibatkan pejabat tinggi negara, aparat penegak hukum, hingga pihak swasta yang berafiliasi dengan pemerintah.

Menurutnya, tindakan tersebut bukan sekadar pelanggaran hukum, tetapi juga bentuk pengkhianatan terhadap kepercayaan publik dan nilai-nilai moral yang seharusnya dijunjung tinggi.

Ia menilai banyak pelaku korupsi berasal dari kalangan terdidik dan memiliki jabatan strategis.

Namun, pendidikan dan status sosial dinilai belum mampu menjadi benteng moral apabila tidak disertai dengan penguatan nilai spiritual dan etika yang berlandaskan Ketuhanan Yang Maha Esa sebagaimana tercantum dalam sila pertama Pancasila.

Lebih lanjut, Jacob berpendapat bahwa derasnya arus kapitalisme telah melahirkan budaya liberalisme yang menempatkan kepentingan materi sebagai orientasi utama kehidupan.

Kondisi tersebut, menurutnya, berpotensi mengikis semangat gotong royong, keadilan sosial, dan nilai kemanusiaan yang menjadi fondasi Pancasila.

Ia pun mempertanyakan posisi Pancasila sebagai way of life bangsa Indonesia di tengah derasnya pengaruh ideologi global yang berorientasi pada materialisme.

Menurutnya, apabila nilai-nilai Pancasila tidak diimplementasikan secara nyata dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, maka Pancasila hanya akan menjadi simbol tanpa daya menghadapi tantangan zaman.

Jacob mengibaratkan lemahnya implementasi Pancasila saat ini seperti “ayam sayur” yang hanya menjadi penonton di tengah pertarungan ideologi kapitalisme, liberalisme, dan materialisme yang semakin kuat memengaruhi kehidupan masyarakat Indonesia (Tim)

Berita Terkait

Pramono Anung Targetkan Jalan Tembus Kelapa Gading–Pulo Gadung Rampung 2027
Operasi Besar-besaran! 700 Personel TNI-Polri Sisir Kampung Ambon dan Kampung Boncos
2026, Atur Kemitraan dan Perlindungan Pengemudi
Pompa Viaduct No. 1 Diperiksa, Seberapa Siap Jakut Hadapi Banjir?
Sopir Taksi Ditusuk Wanita Saat Beristirahat di Pademangan, Pelaku Diamankan Polisi
Kecelakaan Beruntun di Jakarta Barat, GWM Tank Tabrak Motor dan Gerobak, Satu Orang Tewas
Galian Saluran Limbah Mangkrak, Jalan Angke Jembatan Besi Makin Sempit dan Picu Kemacetan
Pengendara Becak Tewas Setelah Ditabrak Pemotor
Tag :

Berita Terkait

Friday, 9 October 2026 - 10:33

Pramono Anung Targetkan Jalan Tembus Kelapa Gading–Pulo Gadung Rampung 2027

Friday, 9 October 2026 - 10:09

Operasi Besar-besaran! 700 Personel TNI-Polri Sisir Kampung Ambon dan Kampung Boncos

Friday, 9 October 2026 - 09:08

2026, Atur Kemitraan dan Perlindungan Pengemudi

Thursday, 8 October 2026 - 09:20

Pompa Viaduct No. 1 Diperiksa, Seberapa Siap Jakut Hadapi Banjir?

Thursday, 8 October 2026 - 08:25

Sopir Taksi Ditusuk Wanita Saat Beristirahat di Pademangan, Pelaku Diamankan Polisi

Berita Terbaru

Oplus_16908288

Berita

2026, Atur Kemitraan dan Perlindungan Pengemudi

Friday, 9 Oct 2026 - 09:08