KOTA BEKASI —SUARA IVESTIGASI.ID
Kereta Api Argo Bromo ditabrak dari belakang oleh KRL Commuter Line saat menurunkan penumpang di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam dilaporkan atas kejadian tersebut tujuh (7) orang meninggal dunia.
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia, Bobby Rasyidin, menyampaikan bahwa selain korban tewas,18 penumpang lainnya mengalami luka-luka.
Hingga saat ini tercatat sebanyak 81 orang masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit.
Seluruh korban, baik yang meninggal maupun luka-luka, merupakan penumpang KRL.
Sementara itu, sekitar 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek dilaporkan berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.
Proses penyelamatan masih terus dilakukan hingga hingga saat ini Selasa (28/4) pagi.
Tim gabungan dari Badan SAR Nasional dikerahkan ke lokasi untuk mengevakuasi korban yang diduga masih terjebak di dalam rangkaian gerbong KRL.
Hingga sekitar pukul 06.20 WIB, petugas masih berupaya mengevakuasi tiga orang yang terhimpit gerbong KA.
Di lokasi kejadian, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad turut meninjau langsung proses evakuasi. Ia menyebut jumlah korban masih berpotensi bertambah mengingat proses pencarian belum sepenuhnya selesai.
Petugas terus berupaya mempercepat evakuasi dengan tetap mengutamakan keselamatan, sementara penyebab kecelakaan masih dalam tahap penyelidikan,
Tabrakan beruntun KRL dan KA.Argo Bromo Anggrek diinfokan oleh wartawan Suara Investigasi. (Tim)






