Jambi – Suara Investigasi.id
Kondisi jalan di wilayah Lambur Luar dilaporkan semakin memprihatinkan,jalan yang menjadi akses vital masyarakat itu mengalami kerusakan parah dan sulit dilalui, terutama saat musim hujan.
Warga setempat mengeluhkan minimnya perhatian pemerintah daerah terhadap infrastruktur yang dinilai sangat mendesak untuk diperbaiki.
Menurut warga, jalan tersebut kerap dilintasi kendaraan roda empat dengan muatan berat, seperti angkutan kelapa sawit.
Diduga, muatan yang melebihi kapasitas turut mempercepat kerusakan jalan. Akibatnya, aktivitas masyarakat, termasuk distribusi hasil pertanian dan mobilitas sehari-hari, menjadi terhambat.
Di sisi lain, masyarakat menyoroti penggunaan Dana Alokasi Umum (DAU) oleh Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur yang dinilai tidak tepat sasaran.
Warga menilai anggaran tersebut seharusnya diprioritaskan untuk perbaikan infrastruktur jalan di Lambur Luar.
Namun, pemerintah daerah justru memfokuskan anggaran pada proyek pembangunan jembatan di wilayah Sabak Barat dengan nilai yang diperkirakan mencapai Rp2,2 miliar.
Kebijakan ini memicu pertanyaan dari masyarakat terkait skala prioritas pembangunan.
“Jalan di sini sudah lama rusak dan belum pernah diperbaiki secara serius. Kalau hujan, hampir tidak bisa dilewati. Kami berharap pemerintah lebih memperhatikan kebutuhan dasar masyarakat,” ujar salah satu warga.
Masyarakat berharap adanya evaluasi dari pemerintah daerah dalam menentukan prioritas penggunaan anggaran, khususnya untuk pembangunan infrastruktur yang langsung berdampak pada kesejahteraan warga
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah daerah terkait keluhan warga tersebut (Tim)






