Isu Sistem Titipan dan Dugaan Praktik Uang dalam Rekrutmen Polri Kembali Jadi Sorotan – Suara Investigasi

 

Isu Sistem Titipan dan Dugaan Praktik Uang dalam Rekrutmen Polri Kembali Jadi Sorotan

Sunday, 10 May 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

Oplus_16908288

 

JAKARTA – SUARA INVESTIGASI.ID. Dugaan praktik “titipan” dan permainan uang dalam proses penerimaan anggota kepolisian kembali menjadi sorotan publik.

Isu tersebut mencuat setelah berbagai keluhan masyarakat beredar di media sosial terkait adanya dugaan kuota khusus bagi calon peserta yang memiliki kedekatan dengan oknum tertentu maupun pejabat internal.

Dalam berbagai perbincangan publik, proses seleksi dari jenjang tamtama, bintara hingga Akademi Kepolisian (Akpol) disebut-sebut masih dibayangi praktik tidak transparan.

Sejumlah pihak bahkan menuding adanya biaya besar yang harus disiapkan oleh calon peserta apabila ingin memperoleh “jalur aman” untuk lolos seleksi.

Dugaan tersebut memicu keresahan masyarakat, terutama bagi peserta yang mengikuti seleksi secara murni berdasarkan kemampuan dan prestasi.

Banyak pihak menilai praktik seperti itu, jika benar terjadi, dapat merusak citra institusi kepolisian sekaligus mencederai prinsip rekrutmen yang bersih, transparan, akuntabel, dan humanis.

Pengamat kebijakan publik menilai sistem rekrutmen aparat penegak hukum harus bebas dari intervensi maupun praktik transaksional.

Sebab, kualitas anggota kepolisian di masa depan sangat ditentukan oleh proses seleksi yang profesional dan adil.

“Jika ada praktik titipan atau jual beli kursi, maka yang dirugikan bukan hanya peserta, tetapi institusi itu sendiri.

Rekrutmen harus benar-benar berdasarkan kompetensi,” ujar seorang pengamat keamanan dalam keterangannya.

Sementara itu, pihak kepolisian selama ini berulang kali menegaskan bahwa proses penerimaan anggota Polri dilakukan secara terbuka dan diawasi ketat.

Polri juga menegaskan tidak memungut biaya dalam seluruh tahapan seleksi serta meminta masyarakat melaporkan apabila menemukan dugaan pelanggaran.

Meski demikian, isu mengenai praktik percaloan dan titipan masih terus menjadi pembahasan hangat di tengah masyarakat.

Publik berharap pengawasan internal diperkuat agar seluruh proses penerimaan anggota kepolisian benar-benar berjalan bersih dan profesional demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum (Tim)

Berita Terkait

Kabel PLN Melintas di Tengah Pesantren As-Shiddiqiyah 2 Batuceper, Pengelola Keluhkan Ganggu Aktivitas dan Estetika
Lomba Cari Bakat Ramaikan HUT RI ke-81, Warga RW 10 Griya Persada Indah Tunjukkan Potensi
Pedagang Kosmetik di Tambora Kerap Didatangin Oleh Oknum Mengaku Wartawan yang Bermodalkan ID CARD Minta Jatah
Dugaan Praktik Setoran Lindungi Peredaran Pil Koplo di Cianjur, Publik Desak Penyelidikan Menyeluruh
Tim 9 Kejagung Geledah Empat Perusahaan Terkait Kasus Dugaan TPPU Febrie Adriansyah
Ketua Umum GWI Syamsul Bahri Ajak Seluruh DPC Perkuat Solidaritas Sambut HUT ke-81 RI
Tarif Impor Baru Digugat, Koalisi 25 Negara termasuk Indonesia Menilai Kebijakan Donald Trump Melampaui Wewenang Presiden
Rumah Tinggal Lima Lantai di Pasar Baru Dilalap Api, 17 Unit Damkar Diterjunkan
Tag :

Berita Terkait

Sunday, 9 August 2026 - 11:43

Kabel PLN Melintas di Tengah Pesantren As-Shiddiqiyah 2 Batuceper, Pengelola Keluhkan Ganggu Aktivitas dan Estetika

Sunday, 9 August 2026 - 01:54

Lomba Cari Bakat Ramaikan HUT RI ke-81, Warga RW 10 Griya Persada Indah Tunjukkan Potensi

Wednesday, 5 August 2026 - 11:44

Pedagang Kosmetik di Tambora Kerap Didatangin Oleh Oknum Mengaku Wartawan yang Bermodalkan ID CARD Minta Jatah

Wednesday, 5 August 2026 - 10:40

Dugaan Praktik Setoran Lindungi Peredaran Pil Koplo di Cianjur, Publik Desak Penyelidikan Menyeluruh

Wednesday, 5 August 2026 - 05:52

Tim 9 Kejagung Geledah Empat Perusahaan Terkait Kasus Dugaan TPPU Febrie Adriansyah

Berita Terbaru