Jakarta – Suara Investigasi.id. Pemerintah Indonesia melalui Menteri Luar Negeri, Sugiono, mendorong penggunaan QRIS sebagai salah satu sistem pembayaran digital yang dapat diterapkan di negara-negara anggota BRICS.
Gagasan tersebut disampaikan dalam forum pertemuan para menteri luar negeri BRICS yang membahas penguatan kerja sama ekonomi dan transformasi digital antarnegara berkembang.
Dalam pertemuan itu, Sugiono menjelaskan bahwa QRIS telah menjadi salah satu inovasi pembayaran digital yang berhasil memperluas akses transaksi masyarakat di Indonesia.
Sistem tersebut dinilai mampu mempermudah pembayaran, mempercepat transaksi, dan mendukung pertumbuhan ekonomi digital secara lebih inklusif.
Indonesia juga menawarkan pengalaman pengembangan sistem pembayaran nasional kepada negara-negara anggota BRICS sebagai bentuk kerja sama di bidang teknologi keuangan.
Pemerintah berharap sistem pembayaran digital yang terintegrasi dapat memperkuat konektivitas ekonomi antarnegara anggota dan mempermudah transaksi lintas batas.
Selain membahas QRIS, Indonesia turut mendorong peningkatan penggunaan mata uang lokal dalam perdagangan internasional antarnegara BRICS.
Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat stabilitas ekonomi dan mengurangi ketergantungan terhadap mata uang asing tertentu dalam transaksi global.
Sugiono juga menyoroti tantangan transformasi digital yang masih dihadapi banyak negara berkembang, mulai dari keterbatasan infrastruktur internet hingga rendahnya literasi digital masyarakat.
Karena itu, kerja sama teknologi dan ekonomi antarnegara BRICS dianggap penting untuk menciptakan sistem ekonomi digital yang lebih merata dan berkelanjutan.
QRIS sendiri saat ini telah berkembang luas di Indonesia dan mulai digunakan dalam berbagai transaksi lintas negara melalui kerja sama sistem pembayaran digital internasional (Red)






