JAKARTA, SUARA INVESTIGASI – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, resmi memberikan lampu hijau untuk aksi penangkapan ikan sapu-sapu secara masif di seluruh aliran sungai Jakarta. Langkah ini diambil guna menjaga keseimbangan ekosistem perairan ibu kota yang kian terancam oleh spesies invasif tersebut.
Menurut Pramono, populasi ikan sapu-sapu yang tidak terkendali dapat merusak habitat ikan lokal. Selain itu, sifat adaptif ikan ini dikhawatirkan mengganggu kelestarian keanekaragaman hayati di sungai-sungai Jakarta.
Mengapa Ikan Sapu-Sapu Berbahaya bagi Ekosistem?
Ikan sapu-sapu (Loricariidae) merupakan spesies asli Amerika Selatan yang memiliki daya tahan hidup sangat tinggi. Di Jakarta, ikan ini sering ditemukan di sungai yang tercemar sekalipun.
Pramono menjelaskan bahwa ikan ini bersifat invasif. “Jika dibiarkan, ikan-ikan lokal seperti wader dan lainnya pasti akan hilang,” ujar Pramono saat ditemui di Lapangan Banteng (11/4/2026).
Selain mengancam ikan lokal, keberadaan ikan sapu-sapu dalam jumlah besar juga dilaporkan merusak struktur tanggul lingkungan. Sifat mereka yang membuat lubang di tepian sungai dapat memicu erosi dan kerusakan infrastruktur air.
Larangan Konsumsi karena Kandungan Logam Berat
Pemprov DKI Jakarta juga memberikan peringatan keras kepada warga agar tidak mengonsumsi ikan sapu-sapu hasil tangkapan tersebut. Mengingat habitatnya di sungai Jakarta yang mengandung limbah, daging ikan ini berpotensi besar tercemar zat berbahaya.
Pramono menekankan bahwa daging ikan sapu-sapu di wilayah ini kemungkinan mengandung logam berat yang berisiko bagi kesehatan manusia. Oleh karena itu, ikan yang tertangkap akan dimatikan secara efektif lalu dikubur untuk mencegah pencemaran lebih lanjut.
Perluasan Operasi Bersih di Seluruh Kali Jakarta
Keberhasilan penangkapan di Kali Cideng dan kawasan Bundaran HI baru merupakan langkah awal. Pramono telah menginstruksikan Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) serta petugas PPSU untuk memperluas operasi ini ke seluruh wilayah.
Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, Hasudungan A. Sidabalok, menambahkan bahwa upaya ini adalah bagian dari komitmen pemerintah untuk mengembalikan ekosistem sungai yang lebih sehat. Masyarakat juga diimbau untuk tidak melepasliarkan spesies invasif ke perairan umum guna mendukung program ini.






