Pakanbaru – Suara Investigasi.id. Menghadapi musim kemarau tahun 2026, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meningkatkan kesiapsiagaan untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah yang masuk kategori rawan.
Penguatan pengawasan dilakukan melalui pemantauan kondisi cuaca serta deteksi dini titik panas yang berpotensi memicu kebakaran.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga agar dampak kemarau tidak berkembang menjadi bencana lingkungan yang lebih luas.
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Teuku Faisal Fatani, menyebutkan terdapat enam provinsi yang menjadi prioritas pengendalian, yaitu Riau, Jambi, Sumatera Selatan, serta wilayah Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.
BMKG juga mendorong sinergi antara pemerintah daerah, aparat terkait, dan masyarakat dalam menjaga kawasan hutan serta lahan agar tetap aman selama periode kemarau berlangsung.
Melalui langkah pencegahan sejak dini, diharapkan potensi karhutla dapat ditekan sehingga tidak menimbulkan gangguan terhadap lingkungan maupun aktivitas masyarakat (BN)






