Jakarta, Suara Investigasi.id. Gunung Dukono kembali mengalami erupsi yang memakan korban jiwa.
Tiga orang pendaki dilaporkan meninggal dunia setelah tertimbun material vulkanik saat berada di kawasan gunung aktif tersebut.
Peristiwa tragis itu terjadi di wilayah Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara.
Tim SAR gabungan yang melakukan pencarian selama beberapa hari akhirnya berhasil menemukan seluruh korban dalam kondisi meninggal dunia.
Jenazah para korban kemudian dievakuasi menggunakan kantong jenazah menuju pos evakuasi untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Selain korban meninggal, sebanyak 17 pendaki lainnya berhasil diselamatkan.
Mereka dievakuasi dalam kondisi selamat meski mengalami kelelahan dan trauma akibat situasi erupsi yang terjadi secara mendadak.
Menurut informasi dari tim penyelamat, proses pencarian sempat mengalami kendala akibat cuaca buruk, medan terjal, serta tebalnya material abu vulkanik yang menutupi area pendakian.
Tim SAR harus bekerja ekstra hati-hati karena aktivitas vulkanik Gunung Dukono masih berlangsung dan berpotensi membahayakan petugas di lapangan.
Setelah seluruh korban berhasil ditemukan dan dievakuasi, operasi pencarian resmi ditutup.
Pihak berwenang juga mengimbau masyarakat dan pendaki untuk sementara waktu tidak mendekati kawasan Gunung Dukono hingga situasi benar-benar dinyatakan aman.
Erupsi Gunung Dukono sendiri diketahui kerap terjadi karena gunung tersebut termasuk salah satu gunung api paling aktif di Indonesia.
Aktivitas vulkaniknya menghasilkan lontaran abu dan material pijar yang dapat membahayakan warga maupun pendaki di sekitar kawasan gunung.(Tim)






