Jakarta — Suara Investigasi.id.
Jumat 1 Mei 2026 Aksi dikawasan monumen nasional Monas dihadiri oleh Presiden RI, Prabowo Subianto serta ratusan ribu buruh dari berbagai daerah antara lain khususnya dari Jawa barat buru yang hadir mencapai 12.000 orang, serta dari Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta, Banten dan Lampung serta daerah lainnya yang datang untuk menyuarakan aspirasi mereka kepada pemerintah.
Dalam orasi tersebut mereka saling berdesak desakan sehingga banyak yang jatuh pingsan dan terinjak injak serta, salah seorang prajurit TNI pingsan karna kelelahan,serta anak hilang yang lepas dari pengawasan orang tuanya pada saat itu.
Untuk memperingati hari Buru internasional buru saling berdatangan dikawasan monumen nasional(Monas)diperkirakan mencapai sekitar 400 ribu massa datang dari berbagai daerah memadati kawasan Monas sejak pagi hari.
Mereka berasal dari berbagai serikat pekerja dan organisasi buruh, menjadikan peringatan tahun ini sebagai salah satu yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir.
Para buruh menegaskan bahwa May Day bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan momentum penting untuk memperjuangkan hak dan kesejahteraan pekerja di tengah berbagai tantangan ekonomi dan ketenagakerjaan.
Dalam orasi para buru ada tuntutan buruh May Day 2026 adalah untuk menyampaikan tujuh tuntutan utama kepada pemerintah, yaitu:
1.Mendesak pengesahan undang-undang ketenagakerjaan yang lebih berpihak pada buruh.
2.Menolak sistem outsourcing yang dinilai merugikan pekerja.
3.Menuntut upah layak dan 4.menolak praktik upah murah.
5.Menghapus kebijakan yang mempermudah pemutusan hubungan kerja (PHK).
6.Mendorong reformasi sistem perpajakan yang lebih adil bagi pekerja.
7.Menjamin perlindungan sosial dan jaminan kerja bagi seluruh buruh.
Memberikan perlindungan hukum bagi pekerja sektor informal, termasuk pengemudi ojek online.
Selain tujuh tuntutan tersebut, isu kepastian kerja dan perlindungan tenaga kerja di era modern juga menjadi sorotan utama dalam aksi.
Aksi May Day 2026 ini berlangsung tertib dengan pengawalan aparat keamanan.
Para buruh berharap pemerintah segera merespons tuntutan tersebut melalui kebijakan nyata demi meningkatkan kesejahteraan pekerja di Indonesia.(Red)






