Jakarta – Suara Investigasi.id.
Kementerian Kesehatan mengambil langkah cepat dengan menyiapkan sejumlah rumah sakit rujukan guna menangani korban tabrakan kereta api yang terjadi di kawasan Bekasi, Jawa Barat.
Upaya ini dilakukan agar seluruh korban memperoleh layanan medis sesuai dengan tingkat keparahan luka yang dialami.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat diwawancarai oleh wartawan Suara Investigasi, menyatakan bahwa, fasilitas dan tenaga kesehatan di sekitar lokasi kejadian telah bergerak cepat memberikan pertolongan awal.
Namun, bagi pasien dengan kondisi serius, pemerintah telah menyiapkan rujukan ke rumah sakit dengan fasilitas lebih lengkap.
Sejumlah rumah sakit besar disiapkan untuk menerima pasien rujukan, termasuk RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo dan Rumah Sakit Pusat Otak Nasional.
Kedua rumah sakit tersebut dinilai memiliki kemampuan menangani kasus-kasus berat seperti cedera kepala, trauma saraf, hingga penanganan intensif lainnya.
Selain fokus pada penanganan fisik, Kemenkes juga memberikan perhatian pada kondisi psikologis korban.
Layanan kesehatan jiwa disiapkan untuk membantu korban yang mengalami trauma pascakejadian, termasuk melalui rumah sakit khusus dan tenaga pendamping.
Insiden yang terjadi di wilayah Stasiun Bekasi Timur ini menimbulkan korban jiwa serta puluhan orang luka-luka.
Pemerintah terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan seluruh korban mendapatkan perawatan yang optimal hingga pulih.
Kemenkes menegaskan, sistem rujukan ini menjadi bagian penting dalam penanganan darurat, agar layanan kesehatan dapat berjalan cepat, tepat, dan terintegrasi di tengah situasi krisis. (Tim)






