Jakarta – Sebuah kisah tragis menyelimuti Jalan Raya Sambara, Konawe Tengah, setelah seorang perempuan muda dengan mengendarai sepeda motor dengan mengunakan penutup wajah dan helem ditemukan meninggal dunia bersimpuh darah, diduga akibat menjadi korban aksi begal.
Korban ditemukan dengan luka parah di bagian leher. Berdasarkan dugaan awal, perempuan tersebut sempat mempertahankan kendaraan dan tas yang dibawanya sebelum pelaku menyerangnya dengan senjata tajam.
Akibat serangan itu, dia mengalami luka parah di punggung dan di leher sehingga, korban meninggal di lokasi kejadian, sementara motor dan barang-barang berharganya dibawa kabur oleh para pelaku.
Karena seluruh identitas korban ikut raib bersama tas yang dirampas, petugas sempat kesulitan mengenali jenazah perempuan tersebut.
Pada malam yang sama, empat orang yang diduga merupakan anggota komplotan begal berkumpul di sebuah tempat persembunyian untuk membagi hasil rampasan.
Saat memeriksa isi dompet korban, salah seorang pelaku bernama Warno Gamblis menemukan sebuah kartu identitas dan foto masa kecil pemilik dompet.
Nama yang tertera membuatnya terdiam. Korban diketahui bernama Lita Anggraini, perempuan berusia 22 tahun diduga korban adalah putri kandungnya sendiri.
Warno disebut langsung syok. Dompet yang dipegangnya terjatuh, sementara wajahnya berubah pucat.
Tanpa sepatah kata pun kepada rekan-rekannya, ia bergegas meninggalkan lokasi persembunyian dan kembali ke tempat kejadian perkara.
Sesampainya di lokasi, kawasan tersebut telah dipasangi garis polisi. Dari balik kerumunan warga, Warno melihat sesosok jenazah yang telah ditutupi kain. Ia hanya bisa terpaku menatap jasad tersebut.
Dalam kisah ini, Warno baru menyadari bahwa korban yang tewas dalam aksi begal itu adalah putri kandungnya sendiri.
Penyesalan mendalam pun datang ketika semuanya telah terlambat.
Kisah ini merupakan narasi atau cerita dan bukan laporan peristiwa yang telah terverifikasi sebagai kejadian nyata.






