Seorang Ayah Tanpa Sepengetahuan Telah Begal Putri Kandung Semata Wayangnya Sendiri  – Suara Investigasi

 

Seorang Ayah Tanpa Sepengetahuan Telah Begal Putri Kandung Semata Wayangnya Sendiri 

Thursday, 16 July 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

Oplus_16908288

Jakarta – Sebuah kisah tragis menyelimuti Jalan Raya Sambara, Konawe Tengah, setelah seorang perempuan muda dengan mengendarai sepeda motor dengan mengunakan penutup wajah dan helem  ditemukan meninggal dunia bersimpuh darah, diduga akibat menjadi korban aksi begal.

Korban ditemukan dengan luka parah di bagian leher. Berdasarkan dugaan awal, perempuan tersebut sempat mempertahankan kendaraan dan  tas yang dibawanya sebelum pelaku menyerangnya dengan senjata tajam.

Akibat serangan itu, dia mengalami luka parah di punggung dan di leher sehingga, korban meninggal di lokasi kejadian, sementara motor dan barang-barang berharganya dibawa kabur oleh para pelaku.

Karena seluruh identitas korban ikut raib bersama tas yang dirampas, petugas sempat kesulitan mengenali jenazah perempuan tersebut.

Pada malam yang sama, empat orang yang diduga merupakan anggota komplotan begal berkumpul di sebuah tempat persembunyian untuk membagi hasil rampasan.

Saat memeriksa isi dompet korban, salah seorang pelaku bernama Warno Gamblis menemukan sebuah kartu identitas dan foto masa kecil pemilik dompet.

Nama yang tertera membuatnya terdiam. Korban diketahui bernama Lita Anggraini, perempuan berusia 22 tahun diduga korban adalah putri kandungnya sendiri.

Warno disebut langsung syok. Dompet yang dipegangnya terjatuh, sementara wajahnya berubah pucat.

Tanpa sepatah kata pun kepada rekan-rekannya, ia bergegas meninggalkan lokasi persembunyian dan kembali ke tempat kejadian perkara.

Sesampainya di lokasi, kawasan tersebut telah dipasangi garis polisi. Dari balik kerumunan warga, Warno melihat sesosok jenazah yang telah ditutupi kain. Ia hanya bisa terpaku menatap jasad tersebut.

Dalam kisah ini, Warno baru menyadari bahwa korban yang tewas dalam aksi begal itu adalah putri kandungnya sendiri.

Penyesalan mendalam pun datang ketika semuanya telah terlambat.

Kisah ini merupakan narasi atau cerita dan bukan laporan peristiwa yang telah terverifikasi sebagai kejadian nyata.

Berita Terkait

Kabel PLN Melintas di Tengah Pesantren As-Shiddiqiyah 2 Batuceper, Pengelola Keluhkan Ganggu Aktivitas dan Estetika
Lomba Cari Bakat Ramaikan HUT RI ke-81, Warga RW 10 Griya Persada Indah Tunjukkan Potensi
Pedagang Kosmetik di Tambora Kerap Didatangin Oleh Oknum Mengaku Wartawan yang Bermodalkan ID CARD Minta Jatah
Dugaan Praktik Setoran Lindungi Peredaran Pil Koplo di Cianjur, Publik Desak Penyelidikan Menyeluruh
Tim 9 Kejagung Geledah Empat Perusahaan Terkait Kasus Dugaan TPPU Febrie Adriansyah
Ketua Umum GWI Syamsul Bahri Ajak Seluruh DPC Perkuat Solidaritas Sambut HUT ke-81 RI
Tarif Impor Baru Digugat, Koalisi 25 Negara termasuk Indonesia Menilai Kebijakan Donald Trump Melampaui Wewenang Presiden
Rumah Tinggal Lima Lantai di Pasar Baru Dilalap Api, 17 Unit Damkar Diterjunkan
Tag :

Berita Terkait

Sunday, 9 August 2026 - 11:43

Kabel PLN Melintas di Tengah Pesantren As-Shiddiqiyah 2 Batuceper, Pengelola Keluhkan Ganggu Aktivitas dan Estetika

Sunday, 9 August 2026 - 01:54

Lomba Cari Bakat Ramaikan HUT RI ke-81, Warga RW 10 Griya Persada Indah Tunjukkan Potensi

Wednesday, 5 August 2026 - 11:44

Pedagang Kosmetik di Tambora Kerap Didatangin Oleh Oknum Mengaku Wartawan yang Bermodalkan ID CARD Minta Jatah

Wednesday, 5 August 2026 - 10:40

Dugaan Praktik Setoran Lindungi Peredaran Pil Koplo di Cianjur, Publik Desak Penyelidikan Menyeluruh

Wednesday, 5 August 2026 - 05:52

Tim 9 Kejagung Geledah Empat Perusahaan Terkait Kasus Dugaan TPPU Febrie Adriansyah

Berita Terbaru