JAKARTA – Kasus ancaman bom yang membuat aktivitas belajar di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan, terhenti akhirnya menemukan titik terang.
Polisi berhasil mengamankan seorang pria berinisial MY (34) yang diduga menjadi pengirim pesan berisi ancaman tersebut.
Dari hasil penyelidikan, terungkap bahwa MY ternyata memiliki hubungan langsung dengan sekolah tersebut.
Polisi menyebut pria tersebut merupakan orang tua dari salah satu peserta didik yang menimba ilmu di sekolah itu.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imannudin menjelaskan, keberadaan anak pelaku di sekolah menjadi salah satu fakta yang ditemukan setelah proses penangkapan dilakukan.
Menurut kepolisian, setelah mengirimkan pesan ancaman, MY sempat datang ke sekolah untuk menjemput anaknya.
Pada saat itu, pihak sekolah telah mengambil langkah pengamanan dengan memulangkan para siswa menyusul adanya informasi ancaman bom.
Peristiwa tersebut sempat membuat suasana sekolah menjadi panik. Petugas kemudian melakukan pemeriksaan dan penyelidikan untuk memastikan kondisi di lokasi tetap aman serta mencari pihak yang bertanggung jawab atas pesan ancaman tersebut.
Saat ini, penyidik masih mendalami motif MY mengirimkan ancaman tersebut, termasuk mengungkap tujuan di balik tindakan yang menyebabkan kepanikan di lingkungan sekolah.
Polisi mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan tindakan yang dapat menimbulkan keresahan, karena ancaman teror dalam bentuk apa pun dapat diproses sesuai aturan hukum yang berlaku (Tim)






