JAKARTA – Pemerintah China akhirnya angkat bicara terkait meningkatnya kembali ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang dalam beberapa hari terakhir terlibat aksi saling serang.
Konflik tersebut kembali memanas setelah situasi di kawasan Selat Hormuz mengalami ketegangan. Kedua negara dilaporkan melakukan serangan udara yang semakin meningkatkan kekhawatiran terhadap stabilitas keamanan di kawasan Timur Tengah.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, menyampaikan bahwa Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran internasional yang memiliki peran penting bagi perdagangan dan energi dunia.
Menurutnya, menjaga keamanan serta kelancaran lalu lintas kapal di jalur strategis tersebut menjadi kepentingan bersama seluruh negara.
“Selat Hormuz adalah jalur pelayaran internasional. Pemulihan arus pelayaran yang aman dan bebas melalui kawasan tersebut merupakan kepentingan semua pihak,” ujar Lin Jian dalam pernyataannya.
China juga menyerukan agar pihak-pihak yang terlibat dalam konflik dapat menahan diri dan menghindari tindakan yang berpotensi memperluas eskalasi perang.
Ketegangan antara AS dan Iran menjadi perhatian dunia internasional karena Selat Hormuz merupakan salah satu jalur perdagangan minyak terbesar di dunia.
Gangguan keamanan di kawasan itu dikhawatirkan dapat berdampak terhadap pasokan energi global serta perekonomian berbagai negara.
Hingga kini, situasi antara Washington dan Teheran masih menjadi sorotan, sementara sejumlah negara terus mendorong upaya diplomasi untuk mencegah konflik berkembang menjadi perang yang lebih luas (Tim)






