TANGERANG KOTA – Perjuangan pelaku usaha kecil menengah (UKM) di bidang makanan ringan semakin berat.
Pengusaha otak otak di Kel.Gondrong Kec. Cipondoh mengeluhkan dengan harga bahan pokok produksi melonjak tinggi selain itu dia juga harus menghadapi oknum yang mengaku dirinya sebagai wartawan dan LSM yang selalu datang mintah jatah produksi otak otak secara gratis katanya.
Salah satu pelaku usaha otak-otak, mengungkapkan bahwa kondisi usaha saat ini cukup menantang.
Karena harga bahan baku utama, terutama ikan yang menjadi komponen penting dalam produksi otak-otak, mengalami kenaikan cukup signifikan sehingga berdampak langsung terhadap biaya produksi.
“Sekarang semua bahan naik, terutama tepung tapioka dan ikan, untuk bisa tetap produksi dan bertahan saja kami sudah sangat bersyukur,” ujarnya.
Menurutnya, sebagai pelaku usaha kecil, dirinya harus menghitung dengan cermat setiap pengeluaran agar usaha tetap berjalan.
Kenaikan harga bahan baku membuat keuntungan semakin menipis, sementara harga jual tidak bisa langsung dinaikkan karena harus mempertimbangkan daya beli konsumen.
Di tengah kondisi tersebut, menyayangkan masih adanya oknum yang datang ke tempat usahanya dengan mengaku sebagai wartawan atau perwakilan LSM, kemudian meminta produk secara cuma-cuma.
“Kalau datang untuk silaturahmi atau memberikan masukan tentu kami terbuka.
Tapi kalau meminta produksi gratis, itu cukup memberatkan kami sebagai pelaku usaha kecil,” katanya.
Ia berharap pihak-pihak yang membawa nama profesi wartawan maupun organisasi masyarakat dapat lebih memahami kondisi pelaku UMKM yang sedang berjuang mempertahankan usahanya.
Dan berharap ada perhatian dari pemerintah maupun pihak terkait agar pelaku usaha kecil mendapatkan dukungan, terutama dalam menghadapi kenaikan harga bahan baku yang terus meningkat.
“Harapan kami usaha kecil seperti ini bisa tetap berjalan. Kami hanya ingin mencari rezeki dengan cara yang baik dan mempertahankan usaha yang sudah dibangun,” pungkasnya (M)






