Jakarta- Nama Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, kembali menjadi perhatian publik.
Sorotan terhadap dirinya muncul setelah kediamannya di kawasan Kramat Pela, Jakarta Selatan, dikabarkan mendapat pengamanan ketat dari personel TNI.
Situasi tersebut memunculkan berbagai spekulasi di tengah perhatian publik terhadap sejumlah perkara besar yang sedang ditangani aparat penegak hukum.
Namun, jauh sebelum isu pengamanan itu mencuat, Febrie Adriansyah dikenal sebagai salah satu pejabat kejaksaan yang berperan dalam penanganan berbagai perkara korupsi berskala besar.
Sepanjang kariernya, Febrie tercatat memimpin jajaran penyidik pidana khusus Kejaksaan Agung dalam mengusut sejumlah kasus yang menimbulkan kerugian negara dalam jumlah besar.
Salah satu perkara terbesar yang ditangani adalah kasus dugaan korupsi tata niaga komoditas timah di wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah Tbk.
Perkara yang mencuat pada 2024 tersebut menyeret sejumlah pihak, termasuk pengusaha Harvey Moeis. Kerugian negara dalam kasus ini disebut mencapai ratusan triliun rupiah, termasuk dugaan kerusakan lingkungan.
Selain kasus timah, Kejaksaan Agung di bawah jajaran Jampidsus juga menangani perkara korupsi proyek pembangunan menara Base Transceiver Station (BTS) 4G pada Kementerian Komunikasi dan Informatika.
Kasus tersebut menyeret mantan Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate dan sejumlah pihak lain.
Nama Febrie juga dikaitkan dengan penanganan perkara dugaan korupsi pengadaan perangkat teknologi informasi di lingkungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Perkara tersebut menjadi sorotan karena melibatkan proyek bernilai triliunan rupiah.
Tidak hanya itu, sejumlah kasus besar lain seperti dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya dan PT Asabri juga menjadi bagian dari rekam penanganan perkara pidana khusus Kejaksaan Agung.
Kasus tersebut mengungkap dugaan penyimpangan investasi dengan nilai kerugian negara yang sangat besar dan menyeret sejumlah terdakwa dari kalangan pejabat maupun pengusaha.
Sebelumnya, Febrie juga pernah terlibat dalam pengungkapan perkara internal Kejaksaan, salah satunya kasus suap yang melibatkan Jaksa Pinangki Sirna Malasari terkait pengurusan perkara buronan Djoko Tjandra.
Dengan rekam jejak tersebut, Febrie Adriansyah menjadi salah satu figur penting dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia.
Berbagai perkara besar yang ditangani membuat namanya kerap menjadi sorotan publik, terutama ketika Kejaksaan Agung tengah mengusut kasus-kasus dengan nilai kerugian negara yang fantastis (Tim)






