Pemerintah Tetapkan Harga Minimum Ayam Hidup Rp19.500/Kg, Telur Peternak Rp24.000/Kg – Suara Investigasi

 

Pemerintah Tetapkan Harga Minimum Ayam Hidup Rp19.500/Kg, Telur Peternak Rp24.000/Kg

Thursday, 9 July 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

Oplus_16908288

Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) menetapkan harga acuan pembelian (HAP) untuk komoditas ayam ras hidup (livebird) dan telur ayam di tingkat peternak.

Kebijakan tersebut bertujuan menjaga kestabilan harga serta memberikan perlindungan bagi peternak agar tidak mengalami kerugian akibat fluktuasi pasar.

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mengatakan, harga minimum ayam ras hidup di tingkat peternak ditetapkan sebesar Rp19.500 per kilogram.

Sementara itu, harga acuan telur ayam ditetapkan sebesar Rp24.000 per kilogram.

Aturan tersebut mulai berlaku pada 15 Juli 2026. Penetapan harga ini merupakan hasil pembahasan bersama berbagai pihak, termasuk peternak ayam pedaging, peternak ayam petelur, serta organisasi pertanian seperti Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI).

Menurut Sudaryono, kebijakan tersebut dibuat untuk menciptakan keseimbangan antara kepentingan peternak dan konsumen.

Dengan adanya batas harga minimum, peternak diharapkan mendapatkan kepastian usaha ketika harga ayam maupun telur mengalami tekanan di pasar.

“Mulai 15 Juli, harga livebird atau ayam pedaging di tingkat peternak akan ditetapkan minimal Rp19.500 per kilogram, sedangkan telur sebesar Rp24.000 per kilogram,” ujar Sudaryono dalam keterangannya di Jakarta.

Kementan berharap kebijakan HAP ini dapat menjaga keberlangsungan industri perunggasan nasional, sekaligus memastikan pasokan ayam dan telur tetap tersedia dengan harga yang wajar bagi masyarakat.

Meta Deskripsi:
Kementan menetapkan harga minimum ayam ras hidup Rp19.500/kg dan telur Rp24.000/kg di tingkat peternak mulai 15 Juli 2026 untuk menjaga stabilitas harga (Red)

Berita Terkait

Kabel PLN Melintas di Tengah Pesantren As-Shiddiqiyah 2 Batuceper, Pengelola Keluhkan Ganggu Aktivitas dan Estetika
Lomba Cari Bakat Ramaikan HUT RI ke-81, Warga RW 10 Griya Persada Indah Tunjukkan Potensi
Pedagang Kosmetik di Tambora Kerap Didatangin Oleh Oknum Mengaku Wartawan yang Bermodalkan ID CARD Minta Jatah
Dugaan Praktik Setoran Lindungi Peredaran Pil Koplo di Cianjur, Publik Desak Penyelidikan Menyeluruh
Tim 9 Kejagung Geledah Empat Perusahaan Terkait Kasus Dugaan TPPU Febrie Adriansyah
Ketua Umum GWI Syamsul Bahri Ajak Seluruh DPC Perkuat Solidaritas Sambut HUT ke-81 RI
Tarif Impor Baru Digugat, Koalisi 25 Negara termasuk Indonesia Menilai Kebijakan Donald Trump Melampaui Wewenang Presiden
Rumah Tinggal Lima Lantai di Pasar Baru Dilalap Api, 17 Unit Damkar Diterjunkan
Tag :

Berita Terkait

Sunday, 9 August 2026 - 11:43

Kabel PLN Melintas di Tengah Pesantren As-Shiddiqiyah 2 Batuceper, Pengelola Keluhkan Ganggu Aktivitas dan Estetika

Sunday, 9 August 2026 - 01:54

Lomba Cari Bakat Ramaikan HUT RI ke-81, Warga RW 10 Griya Persada Indah Tunjukkan Potensi

Wednesday, 5 August 2026 - 11:44

Pedagang Kosmetik di Tambora Kerap Didatangin Oleh Oknum Mengaku Wartawan yang Bermodalkan ID CARD Minta Jatah

Wednesday, 5 August 2026 - 10:40

Dugaan Praktik Setoran Lindungi Peredaran Pil Koplo di Cianjur, Publik Desak Penyelidikan Menyeluruh

Wednesday, 5 August 2026 - 05:52

Tim 9 Kejagung Geledah Empat Perusahaan Terkait Kasus Dugaan TPPU Febrie Adriansyah

Berita Terbaru