JAKARTA – Sebanyak 418 perwira Polri resmi menuntaskan pendidikan di Sekolah Staf dan Pimpinan (Sespim) Lemdiklat Polri.
Para lulusan dipersiapkan untuk mengemban peran strategis sebagai pemimpin yang mampu menjawab tantangan keamanan di tengah perkembangan teknologi dan dinamika global yang terus berubah.
Dalam arahannya, Wakapolri Dedi Prasetyo menegaskan bahwa lulusan Sespim harus memiliki karakter kepemimpinan yang profesional, adaptif, berintegritas, serta mampu mengambil keputusan secara cepat dan tepat sesuai perkembangan situasi.
Ia menilai transformasi digital telah membawa perubahan besar terhadap pola ancaman keamanan.
Kejahatan siber, penyebaran informasi palsu, hingga penyalahgunaan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) menjadi tantangan nyata yang harus diantisipasi oleh setiap personel Polri melalui peningkatan kemampuan dan literasi digital.
Selain memperkuat kompetensi di bidang teknologi, Wakapolri juga mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas keamanan nasional.
Menurutnya, situasi keamanan yang kondusif menjadi salah satu faktor utama dalam mendukung kelancaran berbagai program pembangunan pemerintah di tengah kondisi global yang masih penuh ketidakpastian.
Ia berharap seluruh perwira yang telah menyelesaikan pendidikan mampu mengimplementasikan ilmu, pengalaman, dan nilai-nilai kepemimpinan yang diperoleh selama mengikuti Sespim.
Dengan bekal tersebut, para lulusan diharapkan dapat memperkuat kinerja organisasi, meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, sekaligus memperkokoh kepercayaan publik terhadap institusi Polri (Tim)






