Jakarta – Suara Investigasi.id. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengambil langkah tegas untuk meningkatkan konektivitas kawasan Senayan.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mewajibkan pengelola Senayan City dan Plaza Senayan membangun terowongan bawah tanah yang menghubungkan kedua pusat perbelanjaan tersebut.
Rencana pembangunan terowongan ini sebenarnya bukan hal baru.
Gagasan tersebut telah muncul sejak beberapa tahun lalu sebagai upaya memberikan kemudahan akses bagi masyarakat sekaligus mengurangi pergerakan pejalan kaki di permukaan jalan yang padat.
Namun, realisasinya selalu tertunda karena belum adanya kesepakatan antara kedua pengelola mal.
Pramono menegaskan bahwa kepentingan masyarakat harus menjadi prioritas dibandingkan kepentingan masing-masing pengelola.
Karena itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meminta kedua pihak segera berkoordinasi dan menyusun langkah konkret agar proyek tersebut dapat direalisasikan.
Keberadaan terowongan bawah tanah diharapkan mampu memberikan akses yang lebih aman, nyaman, dan efisien bagi pengunjung yang ingin berpindah dari Senayan City ke Plaza Senayan maupun sebaliknya tanpa harus menyeberangi jalan raya.
Selain meningkatkan kenyamanan pejalan kaki, proyek ini juga diyakini akan mendukung penataan kawasan Senayan sebagai salah satu pusat bisnis, perbelanjaan, dan olahraga modern di Jakarta.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berharap pembangunan dapat segera dimulai setelah seluruh aspek teknis dan perizinan disepakati oleh kedua pengelola.
Dengan terealisasinya proyek tersebut, kawasan Senayan diharapkan memiliki sistem konektivitas yang lebih terintegrasi, sejalan dengan upaya Pemprov DKI Jakarta dalam menghadirkan infrastruktur perkotaan yang modern, ramah pejalan kaki, dan berorientasi pada pelayanan publik.






