Jakarta-Suara Investigasi.id. Pelaksanaan sensus ekonomi di sejumlah wilayah mendapat beragam respons dari masyarakat.
Sebagian warga mengaku masih menyimpan kekhawatiran saat petugas melakukan pendataan, terutama terkait informasi mengenai kepemilikan aset dan kondisi ekonomi keluarga.
Beberapa warga mengaku khawatir data yang dikumpulkan akan menjadi dasar pemerintah untuk menaikkan besaran pajak di kemudian hari.
Kekhawatiran tersebut membuat sebagian masyarakat ragu memberikan informasi secara lengkap kepada petugas sensus.
Menanggapi hal itu, pemerintah menegaskan bahwa sensus ekonomi bertujuan mengumpulkan data statistik untuk memetakan kondisi perekonomian nasional, mulai dari aktivitas usaha hingga karakteristik ekonomi masyarakat.
Data tersebut digunakan sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan, bukan untuk menetapkan besaran pajak individu.
Petugas sensus juga menjelaskan bahwa seluruh data yang dikumpulkan dijamin kerahasiaannya sesuai ketentuan perundang-undangan dan hanya digunakan untuk kepentingan statistik.
Masyarakat diimbau memberikan data yang benar agar hasil sensus dapat menggambarkan kondisi ekonomi secara akurat.
Pemerintah berharap masyarakat tidak mudah terpengaruh informasi yang belum tentu benar mengenai tujuan sensus ekonomi.
Partisipasi aktif warga dinilai penting agar data yang dihasilkan dapat menjadi acuan dalam merancang program pembangunan dan kebijakan ekonomi yang lebih tepat sasaran.
Jika diinginkan, berita ini juga bisa dibuat dengan gaya yang lebih tajam, lebih netral, atau lebih cocok untuk media online (T)






