Ketua BEM FH UBK Dinonaktifkan, Kampus Bentuk Tim Investigasi Dugaan Penerimaan Uang Saat Aksi Demonstrasi – Suara Investigasi

 

Ketua BEM FH UBK Dinonaktifkan, Kampus Bentuk Tim Investigasi Dugaan Penerimaan Uang Saat Aksi Demonstrasi

Wednesday, 24 June 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

Oplus_16908288

Jakarta – Suara Investigasi.id.           Rektorat Universitas Bung Karno (UBK) mengambil langkah tegas dengan menonaktifkan Muhammad Abdimaludin dari jabatannya sebagai Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum (BEM FH) UBK.

Keputusan tersebut diambil setelah yang bersangkutan mengakui menerima uang terkait aksi demonstrasi yang berlangsung di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, pada 15 Juni 2026.

Wakil Rektor III UBK, Daniel Panda, menyampaikan bahwa penonaktifan dilakukan sesuai arahan pimpinan universitas guna menjaga objektivitas proses investigasi yang sedang berjalan.

“Hari ini, sesuai dengan pernyataan Ibu Rektor, kami sudah menonaktifkan yang bersangkutan.

Dengan demikian, yang bersangkutan tidak lagi dapat mengatasnamakan dirinya sebagai Ketua BEM sampai proses investigasi ini selesai,” ujar Daniel dalam konferensi pers di Gedung Universitas Bung Karno, Jalan Pegangsaan Timur Nomor 17A, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (23/6/2026).

Menurut Daniel, pihak universitas telah memanggil Muhammad Abdimaludin untuk memberikan klarifikasi terkait informasi yang beredar.

Dalam pemeriksaan internal tersebut, Abdimaludin disebut telah menyampaikan pengakuan resmi kepada pihak kampus.

“Dalam kasus ini kami sudah memanggil Ketua BEM Fakultas Hukum, saudara Abdi.

Dia sudah membuat pengakuan secara resmi kepada pihak universitas bahwa dirinya menerima uang sebesar Rp20 juta,” katanya.

Untuk menindaklanjuti persoalan tersebut, UBK akan membentuk tim investigasi yang melibatkan Komisi Etik kampus.

Tim tersebut bertugas mengusut dugaan pelanggaran secara menyeluruh, termasuk meminta keterangan dari sejumlah mahasiswa yang diduga mengetahui peristiwa tersebut.

“Kami memiliki Komisi Etik. Dalam proses ini, kami akan menyelidiki dan meminta keterangan dari beberapa mahasiswa,” tambah Daniel.

Pihak universitas menegaskan bahwa proses investigasi akan dilakukan secara transparan dan sesuai dengan aturan akademik yang berlaku.

Hasil penyelidikan nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan langkah dan sanksi lebih lanjut terhadap pihak-pihak yang terlibat (S)

Berita Terkait

Pramono Gandeng Korea Selatan, Penataan Tanah Abang Berbasis AI Ditargetkan Rampung 2028 Tanpa Gusur Warga
Camat Kec.Tambora Pangestu Aji Apresiasi Penataan Kawasan Di Kelurahan Angke
Pramono Anung Targetkan Jalan Tembus Kelapa Gading–Pulo Gadung Rampung 2027
Operasi Besar-besaran! 700 Personel TNI-Polri Sisir Kampung Ambon dan Kampung Boncos
2026, Atur Kemitraan dan Perlindungan Pengemudi
Pompa Viaduct No. 1 Diperiksa, Seberapa Siap Jakut Hadapi Banjir?
Sopir Taksi Ditusuk Wanita Saat Beristirahat di Pademangan, Pelaku Diamankan Polisi
Kecelakaan Beruntun di Jakarta Barat, GWM Tank Tabrak Motor dan Gerobak, Satu Orang Tewas
Tag :

Berita Terkait

Saturday, 10 October 2026 - 04:22

Pramono Gandeng Korea Selatan, Penataan Tanah Abang Berbasis AI Ditargetkan Rampung 2028 Tanpa Gusur Warga

Saturday, 10 October 2026 - 03:03

Camat Kec.Tambora Pangestu Aji Apresiasi Penataan Kawasan Di Kelurahan Angke

Friday, 9 October 2026 - 10:33

Pramono Anung Targetkan Jalan Tembus Kelapa Gading–Pulo Gadung Rampung 2027

Friday, 9 October 2026 - 10:09

Operasi Besar-besaran! 700 Personel TNI-Polri Sisir Kampung Ambon dan Kampung Boncos

Friday, 9 October 2026 - 09:08

2026, Atur Kemitraan dan Perlindungan Pengemudi

Berita Terbaru

Oplus_16908288

Berita

2026, Atur Kemitraan dan Perlindungan Pengemudi

Friday, 9 Oct 2026 - 09:08