Kendari – Suara Investigasi.id. Ratusan mahasiswa bersama elemen masyarakat menggelar aksi unjuk rasa di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, sebagai bentuk penolakan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai belum menjadi prioritas utama masyarakat di tengah berbagai persoalan ekonomi yang masih dihadapi.
Dalam aksi tersebut, massa juga menyuarakan penolakan terhadap kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang dianggap semakin membebani kehidupan masyarakat.
Para demonstran membawa spanduk dan poster berisi tuntutan agar pemerintah lebih fokus pada peningkatan kesejahteraan rakyat, penciptaan lapangan kerja, serta stabilisasi harga kebutuhan pokok.
Koordinator aksi menyampaikan bahwa pemerintah seharusnya terlebih dahulu menyelesaikan persoalan mendasar seperti tingginya biaya pendidikan, sulitnya lapangan pekerjaan, dan naiknya harga kebutuhan hidup sebelum menjalankan program-program baru yang membutuhkan anggaran besar.
“Aspirasi kami jelas, pemerintah harus mendengar suara rakyat. Kenaikan harga BBM berdampak langsung pada biaya transportasi dan harga kebutuhan pokok.
Sementara itu, banyak masyarakat yang masih kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujar salah satu peserta aksi.
Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat kepolisian dan berjalan relatif tertib.
Massa secara bergantian menyampaikan orasi di depan kantor pemerintahan setempat serta menyerahkan pernyataan sikap yang berisi sejumlah tuntutan kepada pemerintah pusat dan daerah.
Para demonstran berharap pemerintah dapat melakukan evaluasi terhadap kebijakan yang dianggap memberatkan masyarakat serta membuka ruang dialog untuk mendengarkan aspirasi publik terkait program MBG dan kebijakan energi nasional (S)






