Lulus Kuliah Belum Tentu Bisa Mengabdi, Ribuan Dokter Muda Terhambat Uji Kompetensi – Suara Investigasi

 

Lulus Kuliah Belum Tentu Bisa Mengabdi, Ribuan Dokter Muda Terhambat Uji Kompetensi

Sunday, 21 June 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

Oplus_16908288

Jakarta-Suara Investigasi.id               Setelah menempuh pendidikan selama bertahun-tahun dengan biaya yang tidak sedikit, banyak lulusan kedokteran di Indonesia menghadapi kenyataan pahit: mereka belum bisa langsung bekerja sebagai dokter meski telah menyelesaikan pendidikan profesi.

Penyebabnya adalah kewajiban mengikuti dan lulus Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD), yang menjadi syarat utama untuk memperoleh sertifikat kompetensi dan izin praktik.

Tanpa kelulusan dalam ujian tersebut, seorang lulusan kedokteran belum dapat menjalankan profesinya secara resmi.

Kondisi ini menuai perhatian dari berbagai kalangan. Di satu sisi, uji kompetensi dianggap penting untuk memastikan kualitas dan kemampuan dokter yang akan melayani masyarakat.

Namun di sisi lain, banyak lulusan merasa terbebani karena harus menunggu lebih lama untuk bisa bekerja setelah menghabiskan waktu pendidikan hingga enam tahun atau lebih.

Tidak sedikit dokter muda yang harus mengikuti ujian berulang kali sebelum dinyatakan lulus.

Selama masa tersebut, mereka berada dalam posisi sulit karena belum dapat menjalankan praktik kedokteran secara penuh, sementara tuntutan ekonomi dan harapan keluarga terus berjalan.

Sejumlah pengamat pendidikan menilai pemerintah dan institusi pendidikan perlu memberikan pendampingan yang lebih maksimal kepada peserta yang belum lulus, agar proses evaluasi tidak hanya berfungsi sebagai penyaring kompetensi, tetapi juga menjadi sarana pembinaan bagi calon dokter.

Fenomena ini memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat apakah sistem yang ada sudah mampu menyeimbangkan antara menjaga standar mutu pelayanan kesehatan dan memberikan kepastian masa depan bagi para lulusan kedokteran?

Di tengah kebutuhan tenaga kesehatan yang masih tinggi di berbagai daerah, solusi yang adil dan berkelanjutan menjadi harapan banyak pihak. Sebab bagi para dokter muda, perjuangan tidak berhenti saat wisuda.

Justru setelah toga dikenakan, masih ada satu pintu terakhir yang harus dilewati sebelum mereka benar-benar dapat mengabdikan diri kepada masyarakat (Red)

Berita Terkait

Kabel PLN Melintas di Tengah Pesantren As-Shiddiqiyah 2 Batuceper, Pengelola Keluhkan Ganggu Aktivitas dan Estetika
Lomba Cari Bakat Ramaikan HUT RI ke-81, Warga RW 10 Griya Persada Indah Tunjukkan Potensi
Pedagang Kosmetik di Tambora Kerap Didatangin Oleh Oknum Mengaku Wartawan yang Bermodalkan ID CARD Minta Jatah
Dugaan Praktik Setoran Lindungi Peredaran Pil Koplo di Cianjur, Publik Desak Penyelidikan Menyeluruh
Tim 9 Kejagung Geledah Empat Perusahaan Terkait Kasus Dugaan TPPU Febrie Adriansyah
Ketua Umum GWI Syamsul Bahri Ajak Seluruh DPC Perkuat Solidaritas Sambut HUT ke-81 RI
Tarif Impor Baru Digugat, Koalisi 25 Negara termasuk Indonesia Menilai Kebijakan Donald Trump Melampaui Wewenang Presiden
Rumah Tinggal Lima Lantai di Pasar Baru Dilalap Api, 17 Unit Damkar Diterjunkan
Tag :

Berita Terkait

Sunday, 9 August 2026 - 11:43

Kabel PLN Melintas di Tengah Pesantren As-Shiddiqiyah 2 Batuceper, Pengelola Keluhkan Ganggu Aktivitas dan Estetika

Sunday, 9 August 2026 - 01:54

Lomba Cari Bakat Ramaikan HUT RI ke-81, Warga RW 10 Griya Persada Indah Tunjukkan Potensi

Wednesday, 5 August 2026 - 11:44

Pedagang Kosmetik di Tambora Kerap Didatangin Oleh Oknum Mengaku Wartawan yang Bermodalkan ID CARD Minta Jatah

Wednesday, 5 August 2026 - 10:40

Dugaan Praktik Setoran Lindungi Peredaran Pil Koplo di Cianjur, Publik Desak Penyelidikan Menyeluruh

Wednesday, 5 August 2026 - 05:52

Tim 9 Kejagung Geledah Empat Perusahaan Terkait Kasus Dugaan TPPU Febrie Adriansyah

Berita Terbaru