Jakarta-Suara Investigasi.id. Ratusan perempuan yang tergabung dalam Aliansi Perempuan Indonesia menggelar aksi unjuk rasa di kawasan pusat Jakarta, Sabtu (20/6).
Meski sempat menghadapi berbagai hambatan di perjalanan, massa aksi tetap berhasil mencapai Bundaran Hotel Indonesia (HI) untuk menyampaikan tuntutan mereka.
Sejak awal aksi, peserta mengaku menghadapi sejumlah pembatasan dan pengalihan jalur.
Namun hal tersebut tidak menyurutkan semangat para peserta yang datang dari berbagai latar belakang.
Dengan membawa peralatan rumah tangga seperti panci serta mengenakan atribut sederhana, mereka menyuarakan berbagai persoalan yang dinilai semakin membebani masyarakat, khususnya perempuan.
Dalam aksinya, massa menyoroti meningkatnya biaya hidup, sulitnya akses pekerjaan, serta berbagai persoalan sosial yang dinilai berdampak langsung terhadap kehidupan keluarga.
Mereka menegaskan bahwa perempuan merupakan kelompok yang paling merasakan dampak berbagai krisis, sehingga merasa perlu ikut bersuara dan memperjuangkan perubahan.
Aksi berlangsung dengan damai di bawah pengawalan aparat keamanan.
Berbagai orasi disampaikan secara bergantian oleh perwakilan peserta yang menyerukan pentingnya perlindungan hak-hak perempuan, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta ruang demokrasi yang terbuka bagi seluruh warga negara.
Kehadiran para peserta di Bundaran HI menjadi simbol bahwa perempuan tidak hanya berperan dalam kehidupan rumah tangga, tetapi juga memiliki peran penting dalam mengawal isu-isu sosial, ekonomi, dan demokrasi.
Semangat kebersamaan yang ditunjukkan para peserta menjadi pesan bahwa aspirasi masyarakat akan terus disuarakan melalui cara-cara yang damai dan konstitusional.
Aksi tersebut mendapat perhatian masyarakat yang berada di sekitar lokasi. Hingga kegiatan berakhir, situasi terpantau aman dan kondusif (L)






