Jakarta Selatan – Suara Investigasi.id. Proses eksekusi lahan di kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, diwarnai aksi penolakan dari sejumlah warga dan mahasiswa yang memadati lokasi pada Rabu (10/6/2026).
Ketegangan sempat terjadi ketika aparat gabungan yang terdiri dari personel TNI dan Polri berupaya mengamankan jalannya eksekusi.
Sejak pagi hari, warga yang menolak pelaksanaan eksekusi telah berkumpul di sekitar area sengketa.
Mereka menyampaikan keberatan atas pelaksanaan pengosongan lahan dan meminta adanya penyelesaian yang lebih mengedepankan dialog serta mempertimbangkan nasib warga terdampak.
Sejumlah mahasiswa dari berbagai organisasi juga turut hadir memberikan dukungan kepada warga.
Mereka melakukan aksi solidaritas dan menyuarakan tuntutan agar proses penyelesaian sengketa dilakukan secara transparan serta mengedepankan prinsip keadilan bagi masyarakat.
Di tengah pelaksanaan eksekusi, sempat terjadi aksi saling dorong antara massa dan petugas.
Namun situasi dapat dikendalikan sehingga tidak berkembang menjadi bentrokan yang lebih besar.
Aparat terus melakukan pengamanan untuk menjaga kondisi tetap kondusif dan mencegah terjadinya gangguan keamanan.
Meski mendapat penolakan, proses eksekusi tetap berlangsung sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Petugas meminta seluruh pihak untuk menjaga ketertiban dan tidak melakukan tindakan yang dapat memicu konflik di lapangan.
Hingga siang hari, suasana di lokasi masih dipenuhi warga, mahasiswa, serta aparat keamanan yang berjaga.
Proses eksekusi lahan tersebut menjadi perhatian publik karena menyangkut kepentingan warga yang telah lama menempati kawasan tersebut.
Pihak terkait diharapkan dapat membuka ruang komunikasi yang lebih luas guna mencari solusi terbaik dan meminimalkan dampak sosial yang ditimbulkan akibat pelaksanaan eksekusi lahan tersebut (Tim)






