Jakarta – Suara Investigasi.id. Perkumpulan Tionghoa Kalimantan (PTK) Indonesia kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat yang terdampak musibah.
Organisasi sosial yang didirikan pada tahun 2017 oleh perantau asal Kalimantan Barat itu menyalurkan bantuan kepada korban kebakaran di kawasan permukiman padat Krendang, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat.
Ketua Bidang Sosial PTK Indonesia, Gunardi yang akrab disapa Aloy, didampingi Sekretaris Jenderal PTK Indonesia Venndy Wijaya serta Wakil Ketua Umum Abun, menjelaskan bahwa bantuan tahap awal yang diberikan berupa 300 bungkus nasi kotak, 50 dus mi instan, dan 50 karton air mineral untuk warga terdampak kebakaran.
“Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian kami kepada masyarakat yang sedang mengalami musibah. Kami berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban para korban kebakaran,” ujar Aloy.
Menurutnya, PTK Indonesia merupakan organisasi kemasyarakatan yang bergerak di bidang sosial dan kemanusiaan.
Sejak berdiri pada 2017, organisasi ini aktif membantu masyarakat yang membutuhkan tanpa membedakan suku, agama, maupun latar belakang.
Sementara itu, Sekjen PTK Indonesia Fendy Wijaya menegaskan bahwa kegiatan sosial yang dilakukan tidak hanya terbatas pada wilayah Tambora.
PTK Indonesia berkomitmen hadir membantu masyarakat yang terdampak bencana di berbagai wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).
“PTK Indonesia bukan hanya memberikan bantuan kepada korban bencana di Tambora. Kami siap bergerak membantu masyarakat yang membutuhkan di seluruh wilayah Jabodetabek, khususnya saat terjadi bencana maupun kondisi darurat kemanusiaan,” kata Fendy.
Wakil Ketua Umum PTK Indonesia, Abun, menambahkan bahwa pihaknya akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak agar bantuan yang disalurkan tepat sasaran dan sesuai kebutuhan warga terdampak.
Dengan semangat gotong royong dan kepedulian sosial, PTK Indonesia berharap dapat terus menjadi jembatan kebaikan bagi masyarakat serta memperkuat solidaritas antarwarga dalam menghadapi berbagai musibah dan bencana (Red)






