JAKARTA — SUARA INVESTIGASI.ID. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa resmi mencopot Lucky Alfirman dari jabatannya sebagai Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan.
Keputusan tersebut disebut berkaitan dengan polemik dugaan lolosnya pengadaan sebanyak 25 ribu mobil listrik program MBG yang menuai sorotan publik.
Dalam keterangannya, Menkeu Purbaya menegaskan bahwa setiap kebijakan anggaran negara harus melalui proses pengawasan ketat dan transparan.
Ia menyebut tidak boleh ada celah dalam penggunaan keuangan negara, terutama untuk program berskala besar yang menggunakan dana publik.
“Anggaran negara harus dijaga dengan penuh kehati-hatian. Jika ditemukan adanya kelalaian maupun pelanggaran prosedur,
maka evaluasi hingga pencopotan jabatan dapat dilakukan,” ujar Purbaya dalam pernyataannya di Jakarta.
Pencopotan Lucky Alfirman disebut sebagai langkah cepat pemerintah untuk menjaga kredibilitas pengelolaan APBN sekaligus merespons kritik masyarakat terkait proyek mobil listrik MBG yang nilainya mencapai triliunan rupiah.
Isu pengadaan 25 ribu mobil listrik MBG sebelumnya menjadi perhatian karena diduga lolos tanpa kajian mendalam serta dianggap tidak sesuai prioritas kebutuhan anggaran nasional.
Sejumlah pihak meminta pemerintah membuka seluruh proses pengadaan secara transparan agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.
Kementerian Keuangan juga dikabarkan akan membentuk tim evaluasi internal guna menelusuri proses persetujuan anggaran proyek tersebut.
Audit menyeluruh disebut akan dilakukan untuk memastikan tidak ada pelanggaran administrasi maupun potensi kerugian negara.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari Lucky Alfirman terkait pencopotannya dari jabatan Dirjen Anggaran.
Sementara itu, pemerintah memastikan roda pengelolaan anggaran negara tetap berjalan normal di bawah pengawasan langsung Kementerian Keuangan (Tim)






