Jakarta, – Suara Investigasi.id Koalisi organisasi mahasiswa dan pemuda yang tergabung dalam Cipayung Plus menyampaikan pernyataan sikap terkait dugaan pemborosan anggaran serta kurangnya pengawasan dan lemahnya tata kelola di lingkungan Badan Gizi Nasional (BGN), sehingga berpotensi akan terjadinya korupsi.
Koalisi Cipayung Plus yang terdiri dari berbagai organisasi seperti PMII, IMM, PMKRI, GMKI, KAMMI, KMHDI, HIMAPERSIS, LMND, dan Hikmahbudi, pada dasarnya mengapresiasi program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Program ini dinilai memiliki potensi besar sebagai solusi jangka panjang dalam mengatasi persoalan gizi sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
Namun demikian, dalam implementasinya, Cipayung Plus menyoroti sejumlah kejanggalan yang dinilai berpotensi menimbulkan pemborosan anggaran.
Mereka menilai pelaksanaan program tersebut belum sepenuhnya sejalan dengan arahan efisiensi yang ditekankan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Dalam pernyataannya, Cipayung Plus mengungkapkan kekhawatiran terhadap transparansi penggunaan anggaran serta mekanisme distribusi program yang dinilai belum optimal.
Mereka mendesak agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola di BGN guna memastikan program MBG berjalan efektif, tepat sasaran, dan bebas dari praktik pemborosan.
Selain itu, mereka juga meminta pemerintah untuk membuka ruang partisipasi publik yang lebih luas dalam pengawasan program, termasuk melibatkan elemen mahasiswa dan masyarakat sipil sebagai bagian dari kontrol sosial.
Cipayung Plus menegaskan bahwa dukungan terhadap program MBG tetap kuat, namun harus dibarengi dengan komitmen terhadap prinsip akuntabilitas, transparansi, dan efisiensi anggaran demi mencapai tujuan pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas.(Tim)






