JAKARTA — SUARA INVRSTIGASI.ID. Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) diperkirakan akan melakukan pemungutan suara pada hari ini, Selasa (7/04/2026) terhadap draf resolusi untuk melindungi pelayaran komersial melalui Selat Hormuz.
Menurut para diplomat, suara yang akan diberikan dalam bentuk yang jauh lebih lunak setelah Tiongkok yang memegang hak veto, menentang otorisasi penggunaan kekuatan militer.
Harga minyak global telah melonjak sejak AS dan Israel menyerang Iran pada akhir Februari lalu, memicu konflik yang telah berlangsung selama lebih dari lima minggu.
Akibatnya, Teheran menutup Selat Hormuz yang merupakan jalur pelayaran energi yang vital di kawasan Timur Tengah.
Ketua DK PBB yang beranggotakan 15 negara saat ini, Bahrain telah berupaya untuk mengamankan resolusi dengan melibatkan beberapa rancangan yang berupaya mengatasi penentangan dari Tiongkok, Rusia, dan negara-negara lain.
Draf rancangan resolusi terbaru, menurut Reuters, menghilangkan otorisasi eksplisit penggunaan kekuatan militer.






