Jakarta – Suara Investigasi.id. Perseteruan antara penulis Ahmad Bahar dan sejumlah anggota ormas GRIB Jaya terus memanas setelah putri Ahmad Bahar diduga dibawa paksa ke markas organisasi tersebut untuk dimintai klarifikasi terkait pesan ancaman yang beredar di media sosial.
Peristiwa itu terjadi saat belasan orang mendatangi rumah Ahmad Bahar di kawasan Cimanggis, Depok.
Karena Ahmad Bahar sedang berada di luar kota, putrinya kemudian dibawa ke markas GRIB Jaya untuk bertemu dengan Rosario de Marshall alias Hercules.
Keluarga menyebut tindakan tersebut membuat korban mengalami tekanan mental dan trauma.
Ahmad Bahar menegaskan pihaknya akan menempuh jalur hukum atas dugaan intimidasi dan tindakan membawa paksa anggota keluarganya.
Ia juga mengaku baru mengetahui adanya tekanan verbal yang dialami putrinya setelah proses mediasi dilakukan di Polres Metro Depok.
Kasus ini disebut bermula dari dugaan peretasan akun WhatsApp milik keluarga Ahmad Bahar yang kemudian digunakan untuk mengirim pesan bernada ancaman serta video hasil rekayasa AI kepada pihak Hercules.
Ahmad Bahar membantah keterlibatan dirinya dan menyebut keluarganya menjadi korban peretasan digital.
Sementara itu, pihak GRIB Jaya membantah tudingan pengepungan dan penyanderaan.
Mereka menyatakan kedatangan anggota ormas hanya bertujuan meminta klarifikasi terkait video yang dianggap menyerang Hercules (Tim)






