Jakarta, Suara Investigasi.id
Kebakaran yang melanda kawasan padat penduduk di Kelurahan Jembatan Besi, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, menyisakan duka bagi warga setempat.
Sebanyak tujuh unit rumah dilaporkan mengalami kerusakan parah akibat amukan si jago merah.
Peristiwa ini berdampak pada 11 kepala keluarga (KK) dengan total 43 jiwa yang kini kehilangan tempat tinggal. Para korban terpaksa mengungsi sementara di Kantor Kelurahan Jembatan Besi sambil menunggu penanganan lebih lanjut.
Kerugian materiil akibat kebakaran tersebut ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, sehingga menjadi sedikit kabar lega di tengah musibah yang terjadi.
Ketua RW 04, Goncang, mengungkapkan keprihatinannya atas peristiwa tersebut. Ia juga mengimbau seluruh warga di wilayahnya untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama mengingat kondisi permukiman yang padat dan rentan.
“Kami berharap masyarakat lebih berhati-hati, terutama dalam penggunaan listrik dan api di rumah. Lingkungan padat seperti ini sangat rawan jika tidak diantisipasi dengan baik,” ujarnya.
Saat ini, warga yang terdampak masih membutuhkan bantuan, baik berupa kebutuhan pokok maupun dukungan lainnya, guna meringankan beban mereka pascakebakaran.
Pemerintah setempat bersama warga terus berupaya memberikan penanganan dan bantuan bagi para korban(Tim)






