Jakarta, Suara Investigasi.id. Paguyuban Seni Bela Diri Pernapasan Tapak Wali Indonesia atau yang dikenal dengan TWI terus mengembangkan pembinaan kesehatan jasmani dan rohani melalui metode olah napas dan pembentukan karakter.
Perguruan yang berada di bawah naungan Yayasan Al Azizi Tapak Wali Indonesia ini kini telah memiliki cabang di berbagai daerah di Indonesia, untuk wilayah DKI yang di ketuai oleh Arie Kriting . ST,MMG. Sebagai Wakil Ketua Pomda DKI – Jakarta diantaranya Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, dan Jakarta Pusat.
TWI didirikan di Kendari pada 7 Februari 2005, Tapak Wali Indonesia dikenal sebagai organisasi kemasyarakatan dan seni bela diri yang memadukan teknik pernapasan dengan gerakan fisik untuk meningkatkan kesehatan tubuh serta ketenangan batin.
Daeng Ambo Sakka,MMG. Salah satu anggota TWI menjelaskan saat di temui oleh wartawan bahwa tujuan utama perguruan tersebut adalah membentuk manusia yang sehat jasmani dan rohani, disiplin, serta memiliki karakter yang baik di tengah kehidupan masyarakat.
Melalui latihan olah napas dan pembinaan mental, kami ingin membantu masyarakat menjaga kesehatan sekaligus memperkuat karakter dan spiritualitas,” ujarnya.
Menurutnya, Tapak Wali Indonesia (TWI) juga aktif menjalin kerja sama dengan berbagai pihak dalam bidang pendidikan non-formal dan pembinaan generasi muda.
Selain melatih teknik pernapasan dan bela diri, para anggota juga diajarkan nilai-nilai kebersamaan, kepedulian sosial, dan kedisiplinan.
Perkembangan Tapak Wali Indonesia yang semakin luas menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap metode latihan yang menggabungkan kesehatan fisik dan pembinaan mental.
Hingga kini, kegiatan latihan rutin terus dilakukan di sejumlah daerah sebagai upaya menjaga kebugaran tubuh sekaligus mempererat tali persaudaraan antara anggota.(Tim)






