JAKARTA – Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat mengimbau warga Kecamatan Tambora untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang masih berpotensi memengaruhi kualitas udara di wilayah DKI Jakarta.
Imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah antisipasi guna melindungi kesehatan masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan warga yang memiliki riwayat penyakit pernapasan.
Warga diminta menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah serta mengurangi kegiatan di ruang terbuka apabila tidak mendesak.
Abu vulkanik yang terbawa angin dapat memicu gangguan kesehatan seperti iritasi mata, batuk, sesak napas, hingga infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Kondisi tersebut semakin berisiko karena bercampur dengan polusi udara perkotaan yang masih cukup tinggi di Jakarta.
Di wilayah Tambora yang memiliki kepadatan penduduk tinggi, warga diminta menjaga kebersihan lingkungan dengan rutin membersihkan halaman rumah, menutup tempat penampungan air, serta menghindari paparan debu secara langsung.
Pengendara kendaraan bermotor juga diimbau lebih berhati-hati karena partikel abu dapat mengurangi jarak pandang dan mengganggu kenyamanan berkendara.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus memantau perkembangan kualitas udara dan pergerakan abu vulkanik.
Masyarakat diminta mengikuti informasi resmi dari pemerintah serta tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi.
Meski BMKG melaporkan kondisi sebaran abu vulkanik mulai berkurang dan sejumlah bandara telah kembali beroperasi, masyarakat tetap diminta menjaga kesehatan dan menerapkan langkah pencegahan hingga situasi benar-benar dinyatakan aman (B)






