JAKARTA UTARA — Rencana pembangunan turap tanggul mitigasi banjir rob di Jalan Mandala Bahari, Kelurahan Pluit, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, mulai disosialisasikan kepada sejumlah pihak terkait.
Sosialisasi yang dilaksanakan Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Utara pada Jumat (14/8/2026) tersebut menjadi tahapan awal sebelum pekerjaan fisik dimulai.
Pertemuan digelar untuk menyamakan pemahaman sekaligus mengantisipasi berbagai kendala yang berpotensi muncul di lapangan.
Kegiatan tersebut melibatkan unsur pemerintah, masyarakat sekitar, pelaku usaha, UP3 Muara Angke hingga penyedia jasa konstruksi.
Berbagai masukan disampaikan untuk memastikan rencana pembangunan dapat berjalan dengan memperhatikan kondisi kawasan.
Sejumlah aspek teknis turut dibahas, di antaranya pendataan bangunan yang berpotensi terdampak, kondisi drainase, rencana crossing saluran serta kemungkinan dampak sosial selama proses pembangunan.
Koordinasi lintas sektor dinilai penting karena lokasi pembangunan berada di kawasan yang cukup aktif dengan berbagai kegiatan masyarakat dan usaha.
Melalui sosialisasi sejak tahap awal, persoalan yang berpotensi menghambat pekerjaan dapat diketahui dan dicari penyelesaiannya secara bersama-sama.
Selain pembangunan fisik tanggul, sistem drainase di sekitar lokasi juga menjadi perhatian.
Integrasi antara tanggul, saluran air dan crossing diperlukan agar pembangunan tidak mengganggu sistem pengaliran air yang sudah ada.
Pelibatan warga dan pelaku usaha di sekitar lokasi juga menjadi bagian penting dalam proses perencanaan.
Informasi mengenai kondisi aktual kawasan diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan agar pelaksanaan pekerjaan nantinya tetap memperhatikan aktivitas masyarakat.
Pembangunan turap tanggul mitigasi rob tersebut merupakan salah satu upaya memperkuat perlindungan kawasan pesisir Jakarta Utara dari ancaman banjir akibat pasang air laut.
Infrastruktur ini diharapkan mampu mengurangi risiko genangan rob sekaligus memberikan perlindungan yang lebih baik bagi lingkungan dan aktivitas warga.
Pemkot Jakarta Utara melalui Sudin SDA menekankan pentingnya komunikasi dan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan.
Pembangunan tidak hanya diarahkan pada penyelesaian pekerjaan konstruksi, tetapi juga mempertimbangkan dampaknya terhadap lingkungan, warga serta kegiatan ekonomi di sekitar lokasi.
Dengan sosialisasi yang dilakukan sejak awal, seluruh pihak diharapkan memiliki pemahaman yang sama mengenai rencana pembangunan turap tanggul mitigasi rob di Jalan Mandala Bahari.
Koordinasi yang matang antara pemerintah, masyarakat, pelaku usaha dan pihak terkait diharapkan dapat mendukung kelancaran pekerjaan sekaligus meminimalkan gangguan selama proses pembangunan berlangsung.
Pembangunan tersebut diharapkan menjadi bagian dari penguatan infrastruktur perlindungan pesisir Jakarta Utara sehingga kawasan Pluit dan sekitarnya semakin siap menghadapi potensi banjir (Kipray)






