JAKARTA UTARA, SUARAINVESTIGASI.ID — Satu tahun menempati Kampung Susun Bayam menjadi perjalanan penting bagi warga untuk kembali menata kehidupan.
Dari pengalaman hidup dalam kondisi terbatas hingga kini menempati hunian yang lebih layak, warga mulai membangun kembali aktivitas sosial dan ekonomi di lingkungan mereka.
Momentum satu tahun tersebut ditandai dengan kegiatan syukuran di Selasar Tower C, Kampung Susun Bayam. Hadir dalam kegiatan itu Wali Kota Administrasi Jakarta Utara Hendra Hidayat bersama jajaran Pemerintah Kota Jakarta Utara.
Bagi warga, peringatan tersebut bukan sekadar seremoni. Kegiatan itu menjadi ruang untuk melihat kembali apa yang telah dilalui sekaligus menyampaikan harapan mengenai masa depan kehidupan masyarakat di Kampung Susun Bayam.
Perwakilan warga, Sherly Aplonia, mengungkapkan bahwa kondisi yang dialami masyarakat sebelumnya tidak mudah.
Ia mengenang masa ketika sebagian warga harus menjalani kehidupan dalam keterbatasan dan tinggal di tenda darurat.
“Dulu anak-anak kami hidup dalam keterbatasan. Sekarang kami bisa berkumpul kembali sebagai keluarga di tempat yang lebih layak. Ini berkah yang luar biasa bagi kami,” ujar Sherly.
Namun, warga menyadari bahwa persoalan kehidupan tidak selesai hanya dengan tersedianya hunian. Tantangan berikutnya adalah bagaimana masyarakat mampu membangun sumber penghasilan dan kehidupan sosial yang berkelanjutan.
Karena itu, menurut Sherly, warga mulai mengembangkan sejumlah kegiatan ekonomi bersama, termasuk koperasi dan tabungan warga.
“Kami di sini tidak ingin hanya menerima. Kami juga berusaha membangun kehidupan dan menghidupkan kembali kegiatan ekonomi.
Sedikit demi sedikit, kami belajar mandiri,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Kota Jakarta Utara turut memberikan bantuan sarana perikanan kepada warga.
Bantuan itu diarahkan untuk mendukung kegiatan produktif masyarakat sekaligus membuka peluang pengembangan ekonomi di lingkungan Kampung Susun Bayam.
Wali Kota Jakarta Utara Hendra Hidayat mengatakan, pemerintah akan tetap melakukan pendampingan terhadap warga.
Menurutnya, perhatian pemerintah tidak berhenti pada penyediaan tempat tinggal, tetapi juga mencakup akses terhadap pelayanan dasar.
“Perjalanan satu tahun ini bukan sekadar waktu, tetapi perjalanan membangun kembali harapan,” kata Hendra.
Ia menyebut sejumlah aspek yang menjadi perhatian pemerintah antara lain pendidikan, kesehatan dan administrasi kependudukan.
Termasuk memastikan warga yang memenuhi persyaratan dapat memperoleh akses terhadap BPJS Kesehatan maupun Kartu Jakarta Pintar (KJP).
Hendra juga membuka ruang perbaikan apabila masih ditemukan warga yang mengalami kendala dalam memperoleh pelayanan.
“Kalaupun masih ada kekurangan, akan segera kita perbaiki. Kami ingin memastikan seluruh warga dapat hidup lebih baik dari sebelumnya,” ujarnya.
Di sisi lain, semangat warga untuk membangun kemandirian menjadi pekerjaan lanjutan yang tidak kalah penting. Hunian yang layak membutuhkan dukungan aktivitas ekonomi, lingkungan sosial yang rukun serta keterlibatan aktif masyarakat.
Pemerintah Kota Jakarta Utara pun mengapresiasi upaya warga menjaga kebersamaan dan gotong royong.
Kampung Susun Bayam diharapkan tidak hanya menjadi kawasan tempat tinggal, tetapi berkembang menjadi lingkungan yang mampu melahirkan kegiatan produktif dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.
Setahun perjalanan Kampung Susun Bayam dengan demikian menjadi catatan tentang proses panjang warga menata kembali kehidupan.
Dukungan pemerintah menjadi salah satu bagian penting, sementara keberlanjutan program dan kemampuan warga membangun kemandirian akan menjadi tantangan berikutnya (Kipray)






