JAKARTA UTARA, SUARA INVESTIGASI,ID — Upaya menciptakan ruang publik yang aman dan nyaman di Jakarta Utara mulai diarahkan pada penguatan peran generasi muda.
Sebanyak 30 pelajar dari lima SMP Negeri diberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga fasilitas umum sekaligus mencegah berbagai bentuk gangguan ketertiban, termasuk aksi tawuran.
Kegiatan bertajuk “Ruang Publik Nyaman, Tanggung Jawab Kita Bersama” tersebut digelar di Lobi Kantor Wali Kota Administrasi Jakarta Utara, Senin (5/10/2026).
Para peserta berasal dari SMPN 129, SMPN 295, SMPN 65, SMPN 221, dan SMPN 95.
Kepala Satpol PP Kota Administrasi Jakarta Utara, Budhy Novian, mengatakan keterlibatan pelajar diperlukan karena ruang publik merupakan fasilitas bersama yang harus dijaga oleh seluruh lapisan masyarakat.
Menurutnya, edukasi sejak usia sekolah diharapkan mampu membentuk kesadaran bahwa menjaga ketertiban bukan hanya tugas aparat pemerintah.
“Generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga fasilitas dan ruang publik.
Jika menemukan perusakan atau vandalisme, segera laporkan melalui layanan darurat 112 atau hotline Satpol PP Jakarta Utara di 0811-999-8911,” kata Budhy.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Pentas Literasi Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara.
Program ini menjadi ruang edukasi sekaligus dialog antara perangkat pemerintah dengan pelajar mengenai berbagai persoalan yang berkaitan dengan kehidupan sosial dan lingkungan.
Tawuran Jadi Perhatian
Dalam sosialisasi tersebut, Satpol PP juga memberikan perhatian khusus terhadap persoalan tawuran antarpelajar yang masih menjadi salah satu ancaman terhadap keamanan ruang publik.
Budhy menilai tawuran tidak tepat lagi dipandang sebagai bentuk kenakalan remaja biasa.
Dalam sejumlah kasus, aksi tersebut dapat berkembang menjadi kekerasan yang melibatkan senjata tajam dan membahayakan keselamatan masyarakat.
“Tawuran dapat menyebabkan korban luka hingga berpotensi merenggut nyawa. Karena itu, perlu dicegah bersama,” tegasnya.
Pencegahan, lanjut Budhy, membutuhkan keterlibatan berbagai unsur.
Satpol PP Jakarta Utara terus berkoordinasi dengan kepolisian dan unsur Tiga Pilar di tingkat kecamatan untuk mengantisipasi potensi gangguan ketertiban.
Patroli, terutama pada malam hari di sejumlah titik yang dinilai rawan, juga terus dilakukan secara kolaboratif sebagai langkah pencegahan.
Pelajar Didorong Berani Melapor
Selain mendapatkan pemahaman mengenai ketertiban umum, para pelajar juga diarahkan agar tidak bersikap pasif ketika menemukan tindakan yang berpotensi merusak lingkungan maupun membahayakan masyarakat.
Salah seorang peserta, Dinda Zahira (15) dari SMPN 65 Jakarta, mengaku memperoleh pengetahuan baru setelah mengikuti kegiatan tersebut.
“Saya senang bisa ikut kegiatan ini karena mendapat banyak informasi dan jadi tahu harus melapor ke mana. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus digelar agar pelajar semakin memahami pentingnya menjaga lingkungan,” ujarnya.
Melalui edukasi tersebut, Satpol PP Jakarta Utara berharap pelajar tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga dapat menjadi bagian dari pelopor terciptanya ruang publik yang tertib, aman, dan nyaman di lingkungannya masing-masing (Kipray)






